Aprindo minta pemerintah segera vaksinasi bagi pekerja ritel

Reporter: Venny Suryanto | Editor: Yudho Winarto

– JAKARTA. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mempertanyakan terkait prioritas vaksinasi Covid-19 bagi para pekerja atau karyawan ritel.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey menjelaskan sampai saat ini program vaksinasi belum juga didapatkan oleh karyawan-karyawan ritel.

“Padahal setiap hari pekerja ritel harus bertatap muka dengan masyarakat, sama seperti para pedagang di pasar tradisional,” ungkap Roy kepada , Senin (5/3).

Baca Juga: Aprindo minta PPKM mikro diterapkan di seluruh Indonesia

Roy meminta adanya prioritas vaksinasi terhadap para karyawan ritel. Hal itu dinilai penting lantaran interaksi di pusat perbelanjaan dan ritel juga tinggi dan terjadi setiap hari.

“Jangan dilihat karena (ritel) kelompok korporasi, jangan hanya ke sana. Tapi peritel juga kan terdampak, dan lihat juga interaksi dengan masyarakat tinggi, jadi juga perlu dilindungi dengan adanya kepastian vaksin,” tandas Roy.

Upaya tersebut terus dilakukan untuk mendapat keadilan dari pemerintah, Roy mengklaim bahwa pihaknya telah meminta pada Kementerian Perdagangan untuk memberikan surat pada Kementerian Kesehatan. Namun sampai saat ini belum ada realisasi yang dilakukan.

Menurutnya, bila hal tersebut belum direalisasikan maka tentu akan berdampak pada keyakinan atau kepercayaan konsumen untuk berbelanja di ritel.

“Kita mempertanyakan kenapa peritel belum di vaksin? Padahal kita merupakan kontribusi konsumsi rumah tangga. Sebab kalau sudah di vaksin tentu akan meningkatkan kepercayaan konsumen. Ini yang tidak dipikirkan pemerintah,” tutupnya.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

  • INDEKS BERITA

Tag
  • bisnis ritel
  • Vaksinasi
  • vaksinasi Covid-19