Rupiah Selasa pagi menguat 24 poin

Mata uang “safe haven” melemah, tertekan harapan gejala Omicron ringan

IMF serukan kerja sama global atasi pandemi, dukung pemulihan ekonomi

Dolar menguat tipis, ditopang minimnya perkembangan negatif Omicron

Kanwil DJPb Papua: penyaluran dana otsus 2021 terserap 75 persen

SWI minta masyarakat waspadai penawaran aset kripto tak terdaftar

OJK: TPAKD salurkan Kredit Melawan Rentenir senilai Rp1,25 triliun

Kemenko: Presidensi G20 bawa manfaat ekonomi dan strategis

Yen, franc Swiss menguat dipicu kekhawatiran Omicron dan kebijakan Fed

Ada pembebasan denda pajak di Aceh hingga tahun depan

OJK sebut stabilitas jasa keuangan di Jatim terjaga

BNI dan IPB University kolaborasi dorong Campus Financial Ecosystem

Asabri perbarui aplikasi guna optimalkan layanan saat pandemi

Rupiah Kamis pagi melemah 18 poin

Rand Afsel “menggelepar” saat Omicron menakuti investor

OECD sebut inflasi adalah risiko utama terhadap prospek ekonomi global

Dolar pulih dalam menghadapi Omicron, mata uang komoditas tergelincir

Anggota DPR soroti kesiapan rencana terkait penerbitan rupiah digital

Rupiah Selasa pagi menguat 8 poin

Dolar naik, yen dan franc tergelincir saat kekhawatiran Omicron surut

Sri Mulyani: Kenaikan konsumsi & produksi bekal pemulihan 2022

OJK dorong perbankan perkuat manajemen risiko TI

Kemenkop: Realisasi KUR UMKM capai Rp262,95 triliun

Rupiah berpeluang menguat seiring meredanya kekhawatiran Omicron

Menko Airlangga targetkan hasil kerja sama nyata di Presidensi G20

Kemenko Perekonomian: Sinergi pusat-daerah sukseskan Kartu Prakerja

Wagub Riau: Pandemi bukan alasan serapan APBD rendah

Bapenda Kota Malang dorong e-Tax dari pengusaha hotel & restoran

Evaluasi pembangunan, Pemkab Bangka gelar FGD

Luhut ingin ada peningkatan peran Indonesia melalui KTT G20

BI sebut ekspor dapat bantu ekonomi tumbuh pada triwulan IV-2021

Surabaya () – Bank Indonesia (BI) memastikan peningkatan kinerja ekspor seiring membaiknya permintaan global dapat membantu perekonomian tumbuh positif pada triwulan IV-2021.

"Kinerja ekonomi diperkirakan meningkat pada triwulan IV-2021, didukung oleh perbaikan kinerja ekspor," kata Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter IGP Wira Kusuma dalam pelatihan wartawan BI di Surabaya, Sabtu.

Ia memastikan kenaikan kinerja ekspor tersebut juga terjadi seiring dengan mulai membaiknya mobilitas masyarakat, penjualan eceran, ekspektasi konsumen maupun PMI manufaktur pada November 2021.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV-2021 juga akan didukung belanja fiskal oleh pemerintah terutama program PEN, yang dapat berdampak pada perbaikan konsumsi dan investasi.

Dalam kesempatan yang sama, ekonom senior Sunarsip menambahkan sektor domestic demand seperti konsumsi rumah tangga maupun investasi dapat menjadi sumber pertumbuhan baru hingga 2022.

Menurut dia, penguatan sisi dalam negeri itu dapat dilakukan melalui dukungan fiskal kepada sektor ekonomi yang mempunyai multiplier effect seperti perumahan, industri pengolahan, pariwisata maupun pertanian.

"Sektor pariwisata yang paling lambat tumbuh bisa jadi game changer untuk sumber pertumbuhan di 2022, termasuk pertanian yang selama ini tidak terkontraksi selama pandemi," katanya.

Selain itu, lanjut dia, efektivitas kebijakan makroprudensial dan mikroprudensial untuk mendorong transmisi kebijakan moneter ke kredit perbankan juga diperlukan untuk mendorong investasi.

Baca juga: BI: Pemulihan ekonomi RI perlu dukungan sektor keuangan yang solid

"Respon dunia usaha terhadap turunnya suku bunga kredit masih rendah, yang tercermin dari rendahnya pertumbuhan kredit perbankan dan menahan laju inflasi," kata Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence.

Sebelumnya, kinerja ekonomi triwulan III-2021 tercatat tumbuh positif sebesar 3,51 persen (yoy), meskipun lebih rendah dari capaian triwulan sebelumnya sebesar 7,07 persen (yoy), seiring pembatasan mobilitas untuk mengatasi varian delta COVID-19.

Pertumbuhan ekonomi diperkirakan meningkat lebih tinggi pada 2022, didorong pula oleh mobilitas yang terus meningkat sejalan dengan akselerasi vaksinasi, pembukaan sektor-sektor ekonomi yang lebih luas, dan stimulus kebijakan yang berlanjut.

Baca juga: BI perkirakan defisit transaksi berjalan 2021 menurun

Baca juga: BI: Ekspor dorong pertumbuhan ekonomi DIY

Pewarta: Satyagraha
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © 2021