Brawijaya University develops IoT-based system for melon cultivation

Kementerian PUPR: 1.067 rumah subsidi di Kalsel dapat bantuan PSU 2021

Korean Businesses Distribute Press Releases with NovationWire’s Cryptocurrency Industry Distribution Packages

Kementerian ESDM inisiasi perdagangan karbon untuk kurangi emisi

Peneliti: Pengawasan Fintech perlu seiring edukasi literasi finansial

Taksi swakemudi baru bisa beroperasi massal 10 tahun lagi

Wuling kenalkan Formo S, mobil multiguna harga Rp150,8 juta

Ketua SWI: Masyarakat Bali segera lapor jika diteror pinjol ilegal

Dolar pangkas kerugian, Powell indikasikan pengurangan beli obligasi

Kemarin, pesantren ciptakan wirausaha hingga 22 bank terapkan BIFast

Hingga Oktober 2021, realisasi anggaran PEN baru capai 57,5 persen

Diluncurkan Desember, BI-Fast tetapkan biaya Rp2.500

XanPool Payments Infrastructure Builder Secures US$27M to Consolidate Presence in APAC and Expand Service Offerings

New Carriages for AGT System in Hiroshima Win “GOOD DESIGN AWARD 2021”

Habitat for Humanity’s Terwilliger Center for Innovation in Shelter Leads Transformational Investment to Increase Affordable Housing in India

Space Vikings LLC is Disrupting the $500+ BILLION Beer Industry

AppsFlyer Launches SKAdNetwork Ranking for the New Privacy Era in Latest Performance Index; Xiaomi is Fastest-growing Media Source in Southeast Asia

Kemenparekraf dukung ICAD XI tingkatkan gairah sektor ekraf

Kadin dorong peran swasta capai target penurunan emisi gas rumah kaca

Sandiaga: Potensi game di masa depan luar biasa bagi ekonomi Indonesia

Kipas portabel dan speaker vintage ceriakan interior mobil

Yuan berbalik melemah 142 basis poin menjadi 6,4032 terhadap dolar AS

Rupiah Jumat pagi melemah 25 poin

Legislator harap teknologi gudang beras Bulog ditingkatkan

XanPool, Payments Infrastructure Builder Secured $27 Million USD to Consolidate Its Presence in APAC and Expand Its Service Offerings

Bitcoin kembali cetak rekor, Indodax: Aset kripto sedang “bullish”

Dolar AS “rebound” setelah data pekerjaan dan perumahan membaik

Wamenkeu: Pemanfaatan EBT bukan lagi pilihan

Eco Expo Asia opens on 27 October featuring latest green tech and products

Universities and DENSO Develop Biosensor to Detect SARS-CoV-2 and Accelerate Development for Practical Application

BOJ diperkirakan pertahankan stimulus di tengah risiko deflasi

tingkat inflasi di Jepang masih rendah dibandingkan dengan Amerika Serikat dan Eropa

Tokyo () – Bank sentral Jepang (BOJ) diperkirakan akan mempertahankan kebijakan moneter stabil pada Rabu, karena pertumbuhan yang lemah dan risiko deflasi tetap menjadi perhatian utama, berbeda dengan bank-bank sentral utama lainnya yang mengincar penarikan dukungan atas krisis untuk ekonomi mereka.

Tinjauan suku bunga dilakukan menjelang pertarungan kepemimpinan partai yang berkuasa pada 29 September, yang dapat mengalihkan fokus pemerintah dari sikap saat ini berdasarkan kebijakan reflasi "Abenomics" mantan perdana menteri Shinzo Abe, kata para analis.

Sementara para kandidat sepakat tentang perlunya mempertahankan dukungan moneter besar-besaran untuk saat ini, mereka berbeda dalam jalur kebijakan jangka panjang yang lebih disukai, bidang yang mungkin akan dihadapi oleh Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda pada briefing pascapertemuannya.

Pada pertemuan dua hari yang berakhir Rabu, BOJ diperkirakan akan mempertahankan target suku bunga jangka pendek di minus 0,1 persen dan untuk imbal hasil obligasi tenor 10 tahun sekitar 0,0 persen.

Meskipun akan tetap berpegang pada pandangannya bahwa ekonomi akan pulih secara moderat, BOJ diperkirakan akan memperingatkan risiko terhadap prospek dari pandemi seperti gangguan rantai pasokan yang disebabkan oleh penutupan pabrik di Asia, sumber mengatakan kepada Reuters.

Bank sentral juga kemungkinan akan mengingatkan pasar tentang tekadnya untuk menjaga kebijakan moneter sangat longgar karena konsumsi yang lamban dan faktor-faktor sementara, seperti pemotongan biaya ponsel, menjaga inflasi tetap mendekati nol untuk saat ini.

“Di permukaan, tingkat inflasi di Jepang masih rendah dibandingkan dengan Amerika Serikat dan Eropa,” kata Kuroda dalam sebuah seminar daring pekan lalu. “Kami berharap tingkat inflasi akan terus naik dan pada akhirnya mencapai target 2,0 persen, meskipun tidak sebelum 2023.”

Ekonomi Jepang bangkit dari kelesuan tahun lalu berkat permintaan global yang kuat, meskipun status pembatasan darurat yang diperpanjang untuk memerangi pandemi COVID-19 telah membebani konsumsi.

Indeks harga konsumen inti turun 0,2 persen pada Juli dari tahun sebelumnya, menandai penurunan bulan ke-12 berturut-turut, karena konsumsi yang lemah membuat perusahaan-perusahaan enggan secepatnya menaikkan biaya bahan baku ke rumah tangga.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © 2021