Redsun Properties and Redsun Services again garner “China Property Award of Supreme Excellence” and “Quality Property Management Award”

Moonstake Integrates Muse Finance for MUSE Lockdrop and Advanced DeFi Connectivity

Leo Secures a Total of HKD1.15 Billion Green Loan after Successful Completion of Third Round of Green Financing

VFS Global opens new UAE Attestation Centres in the Philippines

Airlangga: Modernisasi koperasi agar adaptif dan berdaya saing

Kemendag berupaya tingkatkan ekspor produk organik UKM Indonesia

Kemenhub terbitkan perubahan SE perjalanan dengan moda kereta api

MPV dan SUV masih merajai pasar kendaran bekas

Kredit Usaha Rakyat pada sektor pertanian perlu untuk ditingkatkan

JWD to acquire 20% stake in ESCO, sealing partnership with PSA

Mandalika Circuit could emerge as favorite in racing world: Expert

Pemerintah serap Rp13,15 triliun dari lelang sukuk

Pengamat: Efektivitas PPKM dapat cegah peningkatan angka pengangguran

Risma rencanakan bantuan tak hanya bisa dibelanjakan di e-Warung

CORE: Dana PEN dapat topang pertumbuhan ekonomi kuartal III-2021

Mute Offers Preview of Long-Awaited Layer 2 DEX Set to Launch

Airlangga: Pemulihan dorong perbaikan kinerja emiten

China Dynamics Changes Name to Ev Dynamics

Motul powers Honda motorbikes to a weekend full of victories

EC Healthcare Announced Quarterly Sales Volume, Successfully Expanded New Flagship Service Centre

Objek wisata Banjarnegara tutup hingga 2 Agustus, termasuk Dieng

Yuan “rebound” 29 basis poin, menjadi 6,4734 terhadap dolar AS

Land Rover sedang kerjakan Defender SVR

Rupiah Selasa pagi menguat 3 poin

Peneliti ungkap cara kuatkan hubungan dagang Indonesia-Inggris

Digipay solusi penyelamatan uang negara dan optimalisasi Program PEN

Singapore cord blood bank Cryoviva establishes footprint in the UAE

KemenESDM: Pipa gas Gresik-Semarang siap penuhi kebutuhan masyarakat

VW Amarok W580X hadir di Australia kerjasama dengan Walkinshaw

Biogen and Eisai Announce ADUHELMTM (aducanumab-avwa) Data Presentations at Alzheimer’s Association International Conference 2021

Dolar naik ke tertinggi 2 bulan, pasca-Fed proyeksikan suku bunga naik

Menjelang pertemuan Fed, kami merasa ada risiko hasil yang lebih hawkish yang dapat mendorong penguatan dolar AS jika itu terjadi

New York () – Dolar melonjak pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), mencapai level tertinggi dua bulan terhadap sekeranjang mata uang, sehari setelah pejabat Federal Reserve (Fed) AS mengejutkan pasar dengan memproyeksikan kenaikan suku bunga dan mengakhiri pembelian obligasi darurat lebih cepat dari yang diperkirakan.

Pada Rabu (16/6/2021) pejabat Fed memproyeksikan jadwal yang dipercepat untuk kenaikan suku bunga, memulai pembicaraan tentang bagaimana mengakhiri pembelian obligasi darurat, dan mengatakan pandemi COVID-19 tidak lagi menjadi kendala utama pada perdagangan AS.

Mayoritas dari 11 pejabat Fed memperkirakan setidaknya dua seperempat poin kenaikan suku bunga untuk tahun 2023, menambahkan bahwa mereka akan tetap mendukung kebijakan untuk saat ini guna mendorong pemulihan pasar tenaga kerja.

Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,53 persen pada 91,892, tertinggi sejak pertengahan April. Pada Rabu (16/6/2021) dolar melonjak hampir 1,0 persen, persentase kenaikan harian terbesar sejak Maret 2020.

"Menjelang pertemuan Fed, kami merasa ada risiko hasil yang lebih hawkish yang dapat mendorong penguatan dolar AS jika itu terjadi," kata Associate Portfolio Manager Manulife Asset Management, Chuck Tomes, di Boston.

“Oleh karena itu, kami melakukan perlindungan jika hal itu terjadi,” katanya.

Namun, Tomes mengatakan dia melihat dolar akan melemah dalam jangka panjang.

Proyeksi baru The Fed mendorong beberapa, termasuk Goldman Sachs dan Deutsche Bank, untuk mengabaikan seruan menjual dolar.

Baca juga: Harga minyak anjlok dari tertinggi multitahun, dipicu penguatan dolar

"Kami terus memperkirakan pelemahan dolar AS secara luas, didorong oleh valuasi mata uang yang tinggi dan pemulihan ekonomi global yang meluas," tulis analis di Goldman Sachs dalam sebuah catatan pada Rabu (16/6/2021).

"Namun, ekspektasi Fed yang lebih hawkish dan perdebatan tapering (pengurangan pembelian obligasi) yang sedang berlangsung tampaknya akan menjadi hambatan untuk posisi jual dolar dalam waktu dekat," kata para analis, menutup rekomendasi mereka untuk membeli euro terhadap dolar.

Dolar Australia – dilihat sebagai proksi untuk selera risiko – turun 0,72 persen pada 0,75545 dolar AS, terendah sejak 1 April.

Baca juga: Rupiah ditutup anjlok 117 poin, pasca-proyeksi suku bunga The Fed

Australia juga memiliki data yang optimis, dengan penciptaan lapangan kerja mengalahkan ekspektasi pada Mei dan pengangguran turun ke posisi terendah sebelum pandemi.

Dolar 0,77 persen lebih tinggi terhadap krona Norwegia setelah bank sentral Norwegia mempertahankan suku bunga utamanya tidak berubah seperti yang diperkirakan, tetapi mengatakan kenaikan kemungkinan terjadi pada September dan mempertajam lintasan kenaikan suku bunga berikutnya ketika ekonomi pulih dari efek COVID-19.

Dolar yang lebih kuat mengirim sterling di bawah 1,40 dolar AS ke level terendah baru 5 minggu.

Sementara itu Bitcoin diperdagangkan pada 37.769,48 dolar AS, sedikit berubah pada hari itu.

Baca juga: Dolar melonjak setelah Fed menarik kenaikan suku bunga ke 2023

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © 2021