Gegara pandemi, emiten semen kompak catatkan penurunan volume penjualan tahun lalu

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Yudho Winarto

– JAKARTA. Empat emiten semen kompak mengalami penurunan volume penjualan sepanjang tahun lalu. Salah satu penyebabnya adalah pandemi yang turut melemahkan permintaan semen.

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR)  mencatatkan penjualan 39,84 juta ton semen (termasuk penjualan klinker domestik). Realisasi ini menurun 7,9% dari volume penjualan pada 2019 yang mencapai 43,27 juta ton.

Entitas usaha SMGR, yakni PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB)  juga mengalami penurunan kinerja operasional. SMCB melaporkan volume penjualan semen dan terak sepanjang 2020 sebesar 11,97 juta ton. Realisasi ini menurun 3,09% dari penjualan tahun 2019 yang mencapai 12,35 juta ton.

Baca Juga: Sepanjang 2020, emiten semen kompak catatkan penurunan pendapatan

Presiden Direktur SMCB Aulia Mulki Oemar mengatakan, pandemi Covid-19 turut membayangi kinerja SMCB sepanjang tahun 2020.

Peningkatan jumlah kasus positif berimbas pada peningkatan mitigasi pemerintah melalui berbagai upaya pembatasan pada aktivitas masyarakat, serta fokus pemerintah untuk mengalihkan pendanaan pada pencegahan Covid-19 turut mempengaruhi performa pasar semen domestik.

Emiten produsen semen merk Tiga Roda, yakni PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), membukukan volume penjualan domestik ( termasuk semen dan klinker) sebesar 16,92 juta ton atau turun 10,1% dari capaian tahun 2019.

Sedangkan volume hanya untuk penjualan semen domestik  tercatat di angka 16,218 juta ton atau lebih rendah 9,1% secara tahunan.

Terakhir, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) juga mengalami penurunan volume penjalan tahun lalu. Emiten yang berbasis di Sumatra Selatan ini membukukan penjualan 1,93 juta ton, menurun 8,9% dari realisasi penjualan tahun 2019 yang mencapai 2,11 juta ton.

Baca Juga: Simak jadwal pembagian dividen Solusi Bangun Indonesia (SMCB)

Sekretaris Perusahaan SMBR Doddy Irawan mengatakan, sebenarnya untuk industri semen sendiri sudah mengalami oversupply (kelebihan pasokan). “Industri makin tertekan dengan adanya pandemi Covid-19, sehingga secara nasional permintaan mengalami penurunan hingga 10,7% year-on-year (yoy),” terang Doddy.

Emiten pelat merah ini optimis kinerja di 2021 akan jauh lebih baik seiring adanya upaya akselerasi pemulihan ekonomi nasional dari Pemerintah. Hal ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan pada sektor infrastruktur yang menjadi sektor utama penyerap semen.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

  • INDEKS BERITA

Tag
  • semen