Green bond Star Energy senilai US$ 1,11 miliar kelebihan permintaan 3,5 kali

Green bond Star Energy senilai US$ 1,11 miliar kelebihan permintaan 3,5 kali

Reporter: Dityasa H. Forddanta | Editor: Yudho Winarto

– JAKARTA. Penerbitan green bond Star Energy Geothermal Salak dan Star Energy Geothermal Darajat II sebagai Co-Issuers memperoleh respon positif dari pasar. Saat penjatahan, green bond senilai US$ 1,11 miliar tersebut mengalami kelebihan permintaan alias oversubscribed sebanyak 3,5 kali.

Green bond terbagi menjadi dua. Pertama, senilai US$ 320 juta dengan kupon 3,25%. Bond ini memiliki tenor hingga April 2029.

Sedangkan green bond kedua memiliki tenor hingga Oktober 2038. Nilainya US$ 790 jita dengan kupon 4,85%.

Baca Juga: Star Energy Geothermal segera terbitkan green bond US$ 1,11 miliar? Ini kata Bos BRPT

“Kami sangat mengapresiasi minat yang tinggi dari investor global karena ini menunjukkan kepercayaan yang diberikan dalam tata kelola dan kemampuan operasional Star Energy” ujar Hendra S. Tan, Group CEO Star Energy Geothermal Group dalam keterangan resmi yang diterima , Rabu (14/10).

Dia menambahkan, kelebihan permintaan tersebut menunjukkan bahwa investor sangat ingin mendukung perubahan progresif di Indonesia menuju sektor energi yang lebih ramah lingkungan.

Green bond tersebut memiliki peringkat Baa3 oleh Moody’s dan BBB- dari Fitch, dengan prospek stabil. Hasil obligasi akan digunakan untuk pembayaran kembali pinjaman yang ada, termasuk biaya yang timbul atas pembayaran kembali tersebut, pendanaan DSRA dan MMRA serta keperluan korporasi umum yang berkaitan dengan operasi panas bumi Salak dan Darajat.

Credit Suisse, DBS Bank Ltd dan Deutsche Bank merupakan Joint Global Coordinator untuk transaksi ini, dan didampingi oleh Barclays sebagai Joint Bookrunners dan BPI Capital sebagai Co-Manager.

Baca Juga: Barito Akan Buyback Saham BRPT Hingga Rp 1 Triliun, Star Energy Siapkan Obligasi

Green bonds ini merupakan penawaran kedua dari green bonds oleh Star Energy Geothermal Group. Pada April 2018, Star Energy Geothermal (Wayang Windu) Limited menerbitkan US$580 juta green bonds senior yang dijamin dengan tenor 15 tahun atau jatuh tempo pada April 2033.

Kedua kerangka green bonds tersebut sejalan dengan International Capital Market Association (“ICMA”) Green Bond Principles dan ASEAN Green Bond Standards.

Star Energy Geothermal Group merupakan produsen panas bumi terbesar di Indonesia dengan total kapasitas sebesar 875MW, yang mengoperasikan tiga operasi panas bumi (Wayang Windu 227MW, Salak 337MW dan Darajat 271MW).

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

  • INDEKS BERITA

Tag
  • Star Energy Geothermal