Ini racikan 4 langkah get things done BI untuk dorong UMKM go global dan go digital

Ini racikan 4 langkah get things done BI untuk dorong UMKM go global dan go digital

Reporter: Bidara Pink | Editor: Handoyo .

–¬†JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mengaku akan mengupayakan agar bisa mendorong Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia yang go global dan go digital.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, untuk menjadikan UMKM sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi, maka otoritas terkait harus berupaya keras untuk mempersiapkannya (get things done).

“Kunci utama adalah bagaimana get things done dan kami memperkuat sinergi untuk itu. Sinergi antara BI dan berbagai kementerian serta dunia usaha, akademik, dan perbankan dilakukan untuk mendukung UMKM,” kata Perry, Sabtu (29/8).

Perry pun memerinci apa saja yang perlu dilakukan untuk get things done. Pertama, dengan berbicara masalah diplomasi ekonomi dengan negara yang berpotensi menjadi pasar UMKM. Kata Perry, ini telah dilakukan lewat Menteri Luar Negeri Retno Marsudi serta BI kantor wilayah luar negeri.

Baca Juga: Ekonom BCA prediksi cadangan devisa Agustus 2020 dikisaran US$ 135 miliar

Dalam hal diplomasi ekonomi, diharapkan mampu mengerti barang yang dibutuhkan dan diminati oleh negara tersebut, spesifikasi yang lebih detil, segmen pasar, dan lain-lain.

“Ini saya senang kolaborasi antara BI dan Kementerian Luar Negeri. Sudah dilakukan di Singapura, Beijing, Tokyo, London. Diplomasi ini untuk mengerti detil dan kontrak demand akan produk kita,” tambah Perry.

Kedua, masalah ketersediaan dan kesesuaian produk. Perry bilang, sering sekali setelah diplomasi berhasil, tetapi masalah baru muncul, yaitu tidak tersedianya produk atau tidak adanya produk yang sesuai sehingga berpotensi menghentikan kontinuitas.

Akan tetapi, BI semakin percaya diri kalau ini akan diatasi karena BI akan memperkuat koordinasi dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah serta Kementerian Perdagangan untuk mengatasinya. “Bagaimana meningkatkan entrepeneurship UMKM agar kontinuitas produk UMKM bisa memenuhi permintaan-permintaan di luar negeri, sehingga ini bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ketiga, adanya kemudahan regulasi untuk UMKM bisa membentuk unit usaha, kemudahan UMKM untuk produksi, pembiayaan, juga regulasi UMKM Yang ingin melakukan ekspor ke luar negeri.

Baca Juga: Bank kebut ekspansi dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)

Menurut Perry, regulasi yang mudah ini merupakan kunci penting untuk memperlancar kegiatan UMKM terutama yang ingin ekspor. Baiknya pun, layanan ekspor bagi UMKM disediakan 24/7.

Keempat, bagaimana beradaptasi dengan digitalisasi, terutama untuk proses pembayaran dan dalam menyediakan showcase secara digital, serta platform untuk memudahkan membeli secara global.

Perry pamer, katanya showcase untuk barang-barang yang dijual oleh UMKM Indonesia kini mulai ada di beberapa daerah, seperti Singapura, Jepang, Beijing, London, dan New York.

“Jadi, selama ini kan adanya showcase secara fisik di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Kalau ada showcasing digital akan memudahkan eksportir maupun importir untuk melihat, termasuk interaksi dalam pesanan,” katanya.

Demikian dengan digitalisasi sistem pembayaran juga akan diharapkan mampu mempermudah para pembeli untuk melakukan pembayaran, terutama di era digital.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

  • INDEKS BERITA

Tag
  • Bank Indonesia
  • UMKM