Kasus corona melonjak, PM Malaysia: Mohon maaf jika abah harus mulai gunakan tongkat

Kasus corona melonjak, PM Malaysia: Mohon maaf jika abah harus mulai gunakan tongkat

Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

– KUALA LUMPUR. Kasus virus corona baru melonjak tinggi di Malaysia. Perdana Menteri Muhyiddin Yassin menegaskan, hukuman menunggu mereka yang tidak mematuhi protokol kesehatan, terlepas dari status atau gelar mereka.

Malaysia pada Selasa (6/10) melaporkan 691 kasus baru virus corona, lompatan harian terbesar sejak pandemi melanda negeri jiran. Tambahan kasus anyar membawa total infeksi di negara tersebut menjadi 13.504.

Dalam pidato yang disiarkan langsung di televisi, Selasa (6/10), Muhyiddin mengatakan, Pemerintah Malaysia akan mengerahkan petugas penegakan hukum secara nasional. Ini untuk memastikan kepatuhan di antara masyarakat.

“Saya mohon maaf jika abah ini harus mulai menggunakan tongkat,” kata Perdana Menteri Malaysia, mengacu pada dirinya sendiri yang dalam bahasa Melayu berarti ayah, seperti dikutip Channel News Asia.

Baca Juga: Virus corona makin menggila di Malaysia, kasus baru hampir 700

Meskipun kasus virus corona meningkat tajam, Muhyiddin mengungkapkan, Pemerintah Malaysia belum mempertimbangkan untuk memberlakukan penguncian nasional lagi.

“Untuk saat ini, kami belum memikirkan lockdown total karena jika dilakukan sekali lagi bisa meninggalkan dampak yang besar, sehingga kami khawatir akan crash sistem sosial dan ekonomi di negara ini,” ujarnya.

Memberlakukan MCO tertarget 

Penguncian total bertajuk perintah kontrol gerakan (MCO) berlaku pada 18 Maret lalu, dengan sekolah dan bisnis terpaksa ditutup untuk mengekang penyebaran virus corona. 

Kemudian, Pemerintah Malaysia secara bertahap mulai mengurangi penguncian ketat itu menjadi MCO bersyarat dan MCO pemulihan, di mana hampir semua sektor ekonomi kembali beroperasi.

Baca Juga: Muhyiddin Yassin jalani karantina mandiri setelah salah satu menteri positif corona

Selanjutnya


  • INDEKS BERITA

Tag
  • Malaysia
  • Muhyiddin Yassin
  • Virus Corona
  • lockdown