Pasang geo-tag Ladakh di China, Twitter minta maaf ke India

Pasang geo-tag Ladakh di China, Twitter minta maaf ke India

Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

– NEW DELHI. Twitter meminta maaf kepada India karena menunjukkan wilayah Utara Himalaya sebagai bagian dari China, dan berjanji untuk melakukan koreksi pada akhir bulan.

Chief Privacy Officer Twitter Damien Kieran mengirim surat permintaan maaf kepada Komite Bersama Parlemen India tentang RUU Perlindungan Data Pribadi, setelah raksasa media sosial ini memberi geo-tag pada wilayah Utara India, Ladakh, di China.

“Mereka telah meminta maaf secara tertulis karena telah menyakiti perasaan orang India,” kata Kepala Komite Meenakashi Lekhi, yang juga anggota parlemen dari Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa di India.

“Kami berkomitmen untuk melindungi aset India, baik secara fisik maupun digital,” ujarnya kepada Reuters, Rabu (18/11).

Baca Juga: Akhiri kebuntuan, India dan China siap tarik pasukan dari perbatasan sengketa

Lekhi menyebutkan, Twitter telah meyakinkan Parlemen India bahwa masalah tersebut akan mereka selesaikan pada 30 November nanti.

Eksekutif Twitter bulan lalu muncul di hadapan Komite Bersama RUU Perlindungan Data Pribadi untuk menjelaskan kesalahan tersebut, dengan Lekhi menuduh perusahaan asal Amerika Serikat itu tidak menghormati kedaulatan India.

Kesalahan tersebut terungkap setelah beberapa pengguna Twitter menandai posting sebagai di Ladakh tetapi geo-tag menunjukkan lokasi mereka di China.

Twitter saat itu mengatakan, kesalahan tersebut telah diperbaiki dengan cepat.

India dan China yang bersenjata nuklir bertempur dalam perang perbatasan yang singkat namun berdarah pada 1962. Dan, saat ini mereka terkunci dalam pertempuran militer selama berbulan-bulan di sepanjang perbatasan Himalaya yang diperebutkan, yang mencakup wilayah Ladakh.

Selanjutnya: Ketegangan di perbatasan dengan China, India: Bisa picu konflik lebih besar

 


  • INDEKS BERITA

Tag
  • India
  • Twitter
  • China
  • Himalaya
  • Perbatasan