SWI minta masyarakat waspadai penawaran aset kripto tak terdaftar

OJK: TPAKD salurkan Kredit Melawan Rentenir senilai Rp1,25 triliun

Kemenko: Presidensi G20 bawa manfaat ekonomi dan strategis

Yen, franc Swiss menguat dipicu kekhawatiran Omicron dan kebijakan Fed

Ada pembebasan denda pajak di Aceh hingga tahun depan

OJK sebut stabilitas jasa keuangan di Jatim terjaga

BNI dan IPB University kolaborasi dorong Campus Financial Ecosystem

Asabri perbarui aplikasi guna optimalkan layanan saat pandemi

Rupiah Kamis pagi melemah 18 poin

Rand Afsel “menggelepar” saat Omicron menakuti investor

OECD sebut inflasi adalah risiko utama terhadap prospek ekonomi global

Dolar pulih dalam menghadapi Omicron, mata uang komoditas tergelincir

Anggota DPR soroti kesiapan rencana terkait penerbitan rupiah digital

Rupiah Selasa pagi menguat 8 poin

Dolar naik, yen dan franc tergelincir saat kekhawatiran Omicron surut

Sri Mulyani: Kenaikan konsumsi & produksi bekal pemulihan 2022

OJK dorong perbankan perkuat manajemen risiko TI

Kemenkop: Realisasi KUR UMKM capai Rp262,95 triliun

Rupiah berpeluang menguat seiring meredanya kekhawatiran Omicron

Menko Airlangga targetkan hasil kerja sama nyata di Presidensi G20

Kemenko Perekonomian: Sinergi pusat-daerah sukseskan Kartu Prakerja

Wagub Riau: Pandemi bukan alasan serapan APBD rendah

Bapenda Kota Malang dorong e-Tax dari pengusaha hotel & restoran

Evaluasi pembangunan, Pemkab Bangka gelar FGD

Luhut ingin ada peningkatan peran Indonesia melalui KTT G20

Kemarin, restorasi mangrove KTT G20 Bali hingga PLN raih modal

Bank Mandiri Taspen gandeng UGM beri fasilitas kredit untuk dosen

Yen dan franc Swiss menguat karena varian COVID kurangi selera risiko

OJK sebut penguatan struktur dan daya saing jadi tantangan perbankan

Harga aset kripto disebut ikut terdongkrak “hype” Metaverse

Pemerintah perkirakan defisit APBN turun jadi 5,2 – 5,4 persen PDB

Kalau di dalam UU APBN disebutkan defisitnya Rp1.006,4 triliun atau 5,7 persen dari PDB, tahun ini kita memperkirakan defisitnya akan mengecil, yaitu ke Rp873,6 triliun

Jakarta () – Pemerintah memproyeksikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada akhir 2021 akan mengecil menjadi 5,2 persen – 5,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau sebesar Rp873,6 triliun.

Proyeksi defisit anggaran itu lebih rendah dibanding asumsi di UU APBN 2021 yang sebesar 5,7 persen PDB atau Rp1.006,4 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati usai sidang kabinet paripurna yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, mengatakan estimasi penurunan defisit fiskal ini juga karena realisasi penerimaan negara yang cukup kuat hingga akhir Oktober 2021.

"Kita berharap akhir tahun ini kita akan mengalami defisitnya mengecil. Kalau di dalam UU APBN disebutkan defisitnya Rp1.006,4 triliun atau 5,7 persen dari PDB, tahun ini kita memperkirakan defisitnya akan mengecil, yaitu ke Rp873,6 triliun atau di kisaran 5,2 persen – 5,4 persen dari PDB," ujar Sri Mulyani.

Dalam sidang kabinet itu, Menkeu menjelaskan bahwa hingga akhir Oktober 2021 ini, belanja pemerintah pusat tumbuh 5,4 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Hingga akhir 2021, realisasi belanja pemerintah pusat diperkirakan masih akan tumbuh lebih tinggi lagi mencapai 10,4 persen. Dalam pagu belanja pemerintah pusat itu, belanja kementerian dan lembaga mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yakni mencapai 14,8 persen.

“Ini didominasi belanja yang berhubungan dengan penanganan COVID-19 dan bantuan sosial,” katanya.

Sedangkan untuk belanja transfer keuangan ke daerah dan dana desa (TKDD), Sri Mulyani mengatakan masih terdapat kendala, dengan pertumbuhan yang minus 7,9 persen.

“Dan kalau bisa diselesaikan dalam 1,5 bulan kemungkinan dia (pertumbuhan TKDD) akan flat dibandingkan tahun lalu," ujarnya

Dari sisi pendapatan negara, hingga akhir Oktober 2021 terjadi pertumbuhan penerimaan sebesar 18,2 persen. Penerimaan pajak per Oktober 2021 tumbuh 15,3 persen. Hal itu membaik dibandingkan periode sama di 2020 yang mengalami kontraksi 18,8 persen.

Dalam penerimaan negara hingga Oktober 2021, pendapatan bea cukai mencatatkan pertumbuhan 25,5 persen, setelah pada Oktober 2020 tumbuh hanya 5,5 persen.

Kemudian, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang pada Oktober 2020 terkontraksi 16,3 persen, pada Oktober 2021 ini meningkat 25,2 persen. Dengan begitu, total seluruh pendapatan negara tumbuh 18,2 persen.

“(Periode sama) tahun lalu pendapatan negara mengalami kontraksi 15,3 persen,” ujar Sri Mulani.

Seluruh pencapaian hingga Oktober 2021, kata Menkeu, menunjukkan perkembangan positif di struktur APBN. Hal itu yang membuat dia yakin defisit APBN 2021 akan lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © 2021