Permintaan tinggi, Mark Dynamics Indonesia (MARK) bidik penjualan Rp 1 triliun

Permintaan tinggi, Mark Dynamics Indonesia (MARK) bidik penjualan Rp 1 triliun

Reporter: Muhammad Julian | Editor: Tendi Mahadi

– JAKARTA. PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) membidik pertumbuhan kinerja di tahun 2021. Tidak tanggung-tanggung, emiten cetakan sarung tangan tersebut membidik penjualan sebesar Rp 1,061 triliun dengan laba bersih sekitar Rp 300,6 miliar.

Sebagai pembanding, MARK memperkirakan bakal mencatatkan penjualan sebesar Rp 548 miliar di tahun 2021. Dengan kata lain, besaran target penjualan MARK di tahun 2021 hampir mencapai dua kali lipat proyeksi penjualan MARK pada tahun lalu.

Presiden Direktur Mark Dynamics Indonesia Ridwan Goh mengatakan, target kinerja di tahun 2021 merupakan target yang realistis, menimbang kondisi situasi pasar yang ada. Dengan tren pasar tersebut, realisasi kinerja MARK pada tahun berikutnya diproyeksi bisa kembali naik dibanding target perusahaan tahun ini.

Baca Juga: Pan Brothers (PBRX) targetkan pendapatan tumbuh 10% pada 2021, berikut strateginya

“Di 2022 nanti, penjualan konsolidasi akan naik 40% dari 2021 yaitu menjadi Rp 1,474 triliun dan bottom line sekitar Rp 433,3 miliar”, kata Ridwan dalam keterangan tertulis yang diterima , Senin (4/1).

Ridwan menuturkan, permintaan cetakan sarung tangan memang melonjak seiring keutuhan sarung tangan yang meningkat. Dugaan Ridwan, hal ini didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat akan pemakaian sarung tangan, perlengkapan wajib para dokter dan perawat di garda depan penanganan Covid-19, serta penerapan protokol kesehatan di masa pandemi.

Permintaan pasar yang tinggi tercermin dari pesanan yang sudah diterima MARK. Ridwan berujar, MARK telah mengantongi sekitar 98 % dari total permintaan terdaftar di tahun 2021. Beberapa dari pelanggan tersebut terdiri atas pemain-pemain utama produsen sarung tangan di panggung internasional, yakni Hartalega, Top Gloves, Kossan, Sri Tang, Intco, Zhong Hong Pu Lin, dan BlueSail yang memang merupakan pelanggan setia MARK.

Gara-gara kebutuhan yang tinggi, kata Ridwan, beberapa pelanggan baru bahkan tercatat ingin melakukan spot in dengan membeli produk MARK lebih mahal 50% dari harga normal. Dengan adanya penawaran bagus ini, Ridwan Goh memperkirakan kemungkinan akan ada kenaikan harga jual rata-rata atawa average selling price (ASP) sekitar 15% di tahun 2021. 

Seiring dengan tingginya permintaan yang ada, MARK juga telah mengantongi total kontrak senilai  US$ 66,8 juta untuk pengapalan pada 2021. Artinya, dengan asumsi nilai tukar rupiah sebesar Rp 13.874,75 per dolar Amerika Serikat (AS) saja, perolehan kontrak MARK sudah mencapai sekitar Rp 926,83 miliar sejauh ini.

Baca Juga: Industri keramik sambut baik rencana pelarangan barang impor untuk proyek pemerintah

Untuk mengakomodasi permintaan yang ada, MARK mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 150 miliar untuk mendanai pembangunan pabrik baru yang proyeksinya mulai bisa beroperasi pada kuartal II tahun ini. Dengan beroperasinya pabrik anyar tersebut, MARK akan memiliki kapasitas produksi sebesar 1,4 juta pieces per bulan di kuartal II 2021 mendatang.

Di sisi lain, penjualan MARK di tahun 2021 juga tidak hanya mengandalkan lini bisnis utama cetakan sarung tangan semata. Asal tahu saja, MARK telah mengakuisisi dua anak perusahaan yang bergerak di bisnis produk saniter dan agrikultur. 

Akuisisi dilakukan pada semester pertama tahun 2020 lalu dengan investasi sekitar Rp 70 miliar. “Kedua lini bisnis ini diproyeksikan dapat berkontribusi sebesar 10% – 15% total penjualan,” tambah Ridwan. 

Selanjutnya: Pendapatan Merdeka Copper Gold (MDKA) turun tipis hingga kuartal III-2020

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

  • INDEKS BERITA

Tag
  • PT Mark Dynamics Indonesia Tbk