Rupiah berpeluang menguat seiring meredanya kekhawatiran Omicron

Menko Airlangga targetkan hasil kerja sama nyata di Presidensi G20

Kemenko Perekonomian: Sinergi pusat-daerah sukseskan Kartu Prakerja

Wagub Riau: Pandemi bukan alasan serapan APBD rendah

Bapenda Kota Malang dorong e-Tax dari pengusaha hotel & restoran

Evaluasi pembangunan, Pemkab Bangka gelar FGD

Luhut ingin ada peningkatan peran Indonesia melalui KTT G20

Kemarin, restorasi mangrove KTT G20 Bali hingga PLN raih modal

Bank Mandiri Taspen gandeng UGM beri fasilitas kredit untuk dosen

Yen dan franc Swiss menguat karena varian COVID kurangi selera risiko

OJK sebut penguatan struktur dan daya saing jadi tantangan perbankan

Harga aset kripto disebut ikut terdongkrak “hype” Metaverse

Bank sentral Turki dan bank-bank bahas suku bunga setelah lira jatuh

Fed akan memulai rencana tapering lebih cepat mulai Januari

BI: Pertumbuhan ekonomi Sumut pada 2022 bisa ikuti target nasional

Bappenas luncurkan kerangka pembangunan ekonomi biru

Yuan berbalik melemah 77 basis poin menjadi 6,398 terhadap dolar AS

Rupiah Kamis pagi melemah 4 poin

Dolar kian perkasa, Fed yang “hawkish” menonjol di antara bank sentral

Bank sentral Korsel naikkan suku bunga dan angkat prospek inflasi

Menko: Presidensi G20 RI gunakan mobil listrik dorong perubahan iklim

Rupiah Rabu pagi melemah 19 poin

Serapan anggaran Pemkot Baubau capai 60 persen

Dolar stabil, euro pulih karena data yang lebih baik dari perkiraan

Bappenas: Kebutuhan pendanaan mencapai SDGs sebesar Rp67 ribu triliun

Kemenkeu: Laptop dan telepon genggam fasilitas kantor tidak kena pajak

Realisasi belanja Pemprov Gorontalo tertinggi secara nasional

BI Jabar sebut kenaikan UMP perpanjang keberlangsungan upah buruh

Kemenkeu: Ketahanan eksternal tetap terjaga ditopang surplus NPI

Pemprov Sulsel anggarkan Pemulihan Ekonomi COVID-19 Rp1,3 triliun

Presidensi G20, RI siap fasilitasi upaya pulih bersama dan lebih kuat

Sebagai Presidensi G20 tahun 2022, Indonesia siap untuk melanjutkan upaya ini. Pekerjaan dalam mendorong pemulihan tidak akan berhenti dalam Presidensi G20 saat ini

Jakarta () – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam pertemuan bersama masa Presidensi G20 di Italia, Jumat (29/10/2021), menyampaikan Indonesia sebagai Presidensi G20 siap memfasilitasi upaya global untuk pulih bersama dan lebih kuat.

"Sebagai Presidensi G20 tahun 2022, Indonesia siap untuk melanjutkan upaya ini. Pekerjaan dalam mendorong pemulihan tidak akan berhenti dalam Presidensi G20 saat ini," ungkap MenkeuSri Mulyani dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu.

Karena itu ia menilai diperlukan berbagai upaya untuk lebih mengembangkan modalitas selama beberapa bulan mendatang, sehingga Indonesia sebagai Presidensi atau Kepemimpinan G20 selanjutnya akan membuat komitmen yang tegas untuk bertindak.

G20 menyatakan komitmen bersama dalam upaya mengontrol pandemi dengan target vaksinasi 40 persen dari total populasi global di akhir tahun 2021 dan 70 persen di pertengahan tahun 2022.

Para Menteri Keuangan dan Menteri Kesehatan G20 menegaskan kembali komitmen untuk mengendalikan pandemi di dunia sesegera mungkin, meningkatkan kesiapsiagaan dan untuk penguatan kapasitas sistem kesehatan, serta memastikan akses yang tepat waktu, adil, aman, dan terjangkau terhadap vaksin, terapetik, diagnostik, dan peralatan kesehatan, sebagai barang publik global (global public goods).

Dengan demikian, Menkeu Sri Mulyani menuturkan peran kepemimpinan G20 sangat krusial dalam meningkatkan kerja sama global untuk mendorong ketersediaan vaksin, produk kesehatan esensial, input untuk mengurangi kendala, memperkuat ketahanan rantai pasok, menambah distribusi vaksin, serta meningkatkan administrasi dan kapasitas industri lokal seperti transfer pengetahuan dalam penggunaan teknologi dan produksi vaksin bersama.

Perbedaan kapasitas antarnegara dalam penanganan ancaman kesehatan merupakan tantangan besar dalam upaya pemulihan ekonomi global, sehingga kepemimpinan G20 menjadi bagian penting dalam mempromosikan aksi global yang terkoordinasi dengan baik, terutama untuk mendeteksi dan mengatasi ancaman kesehatan di masa depan.

“COVID-19 telah membawa dampak yang tidak pandang bulu dan tanpa batas. Penyebaran varian Delta yang cepat dan ancaman varian baru telah meningkatkan ketidakpastian kapan pandemi akan berakhir. Pemulihan ekonomi dunia tergantung pada seberapa cepat kita dapat menahan pandemi,” ucap Sri Mulyani.

Merespons hal ini, Pemerintah Indonesia akan melanjutkan dukungan kebijakan anggaran yang mencakup tiga aspek penting, yaitu intervensi kesehatan untuk melindungi masyarakat dari COVID-19, bantuan untuk melindungi rumah tangga dan bisnis dari kesulitan sebagai dampak pandemi, dan agenda reformasi struktural untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan menjaga trajectory pertumbuhan jangka panjang.

Selanjutnya Indonesia bersama Italia akan memimpin G20 Joint Finance–Health Task Force yang baru saja dibentuk untuk meningkatkan dialog dan kerja sama global, mempromosikan pertukaran gagasan dari pengalaman dan praktik terbaik, membangun koordinasi menteri keuangan dan kesehatan, dan mendorong kepengurusan yang efektif serta mengadopsi one health approach.

Baca juga: AS – RI serukan forum G20 baru untuk hadapi pandemi berikutnya

 

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © 2021