Terima suap, mantan petinggi BUMN China dijatuhi hukuman mati

Terima suap, mantan petinggi BUMN China dijatuhi hukuman mati

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

–¬†BEIJING. Mantan Chairman China Huarong Asset Management Co dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan di Kota Tianjin, dalam salah satu kasus korupsi dengan profil tertinggi di China.

Lai Xiaomin dihukum karena menerima atau mencari suap senilai total 1,788 miliar yuan (US$ 276,72 juta) dari 2008 hingga 2018, ketika dia juga menjadi regulator perbankan, menurut Pengadilan Rakyat Menengah Tianjin.

Lai, yang dipecat dari Partai Komunis yang berkuasa pada 2018, juga dihukum atas tuduhan bigami alias menikahi perempuan bersuami. Reuters tidak bisa menghubungi Lai atau pengacaranya untuk meminta komentar.

“Lai Xiaomin tidak taat hukum dan sangat rakus,” kata Pengadilan Rakyat Menengah Tianjin dalam pernyataan Selasa (5/1), seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Jet tempur China buat rekor, dengan 380 serangan ke zona pertahanan Taiwan

China Huarong, perusahaan pengelola aset milik negara, menyatakan, mendukung keputusan itu.

“Hukuman terhadap Lai Xiaomin mencerminkan tekad kuat Komite Sentral dengan Presiden Xi Jinping sebagai inti untuk mengatur partai dan tidak ada toleransi dalam menghukum pelaku korupsi,” ujar China Huarong dalam pernyataan, seperti dilansir Reuters.

Pengadilan mencatat, sebagian besar kasus suap Lai terjadi setelah Kongres Partai ke-18 pada akhir 2012, merujuk pada sebuah peristiwa yang memicu kampanye anti-korupsi besar-besaran oleh calon Presiden Xi Jinping yang menjadi ciri khas masa jabatan pertamanya.

“Kerusakan sosial sangat besar dan kejahatannya sangat serius, dan dia harus dihukum berat menurut hukum,” kata Pengadilan Rakyat Menengah Tianjin.

Selanjutnya: Di mana Jack Ma? Inikah yang membuatnya menghilang?

 


  • INDEKS BERITA

Tag
  • China
  • hukuman mati
  • kasus korupsi
  • Korupsi
  • kasus suap