Anggota Parlemen Menyalahkan Sekretaris Pertahanan Austin atas Kegagalan Kepimpinan Selama Menginap di Rumah Sakit Rahasia

Rumah Menyetujui Perpanjangan Jangka Pendek untuk Menghindari Penutupan

Para Legislator Alabama Bergegas Memulai Ulang Layanan IVF

Semua yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Menonton Dune: Part Two

Oprah Winfrey Meninggalkan Dewan Direksi WeightWatchers, Mendonasikan Seluruh Kepentingannya di Perusahaan ke Museum

AI Etis Tidak Bersalah atas Bencana Gemini

Mengapa Kremlin Berusaha Menggagalkan Pemakaman Alexei Navalny

Berikut 13 Buku yang Harus Anda Baca pada Bulan Maret

Undang-Undang Florida Menuntut Pelepasan Catatan Grand Jury Mengenai Investigasi Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak Di Bawah Umur oleh Jeffrey Epstein

Kate Middleton dan Sejarah Kerahasiaan Keluarga Kerajaan tentang Masalah Kesehatan

Mengapa Kasus Campak Meningkat saat Ini

Bagaimana Acara Willy Wonka di Inggris Berakhir dengan Panggilan ke Polisi dan Permintaan Pengembalian Uang

Google Terjebak dalam ‘Ikatan yang Buruk’ dengan Menghentikan Fitur AI Setelah Didesak oleh Sayap Kanan

Proyek Mobil yang Dibatalkan Apple Berarti Urusan AI dan Kacamata Virtual Lebih Mendesak

Mitch McConnell akan Mundur sebagai Pemimpin Partai Republik, Menandai Akhir Masa Jabatan Sejarah

Dimana Anda Dapat Menonton Gerhana Matahari

Status Bencana Dideklarasikan Saat Kebakaran Hutan Menyebar di Texas. Apa yang Perlu Diketahui

Dalam Pertengkaran GOP Atas Biaya Hukum Trump yang Meningkat

Bagaimana Sebuah Kasus Mahkamah Agung Yang Mengejutkan Memerkuat Pendidikan Konservatif

Pangeran Harry Kalah dalam Gugatan Hukum terhadap Home Office. Ini yang Perlu Anda Ketahui

Apakah Harga Naik Dinamis Wendy’s Akan Menjadi Normal Baru?

Beban Kesehatan Mental Perang di Gaza

Kate Winslet Berperan dengan Lucu di Serial Komedi HBO The Regime

Produser Dokumenter Wendy Williams Kata Mereka Tidak Tahu Tentang Demensianya Saat Memproduksi Kebanyakan Adegan

Gejala Long COVID Tidak Selalu Terlihat Seperti Yang Anda Pikirkan

Perang Florida Melawan Kesehatan Publik, dari COVID-19 hingga Campak

Apa yang Wanita Muda Ajarkan Saya tentang Persahabatan

Angkatan Darat AS Memangkas Ribuan Pekerjaan untuk Persiapkan Perang Masa Depan

Anggota Parlemen dari Kedua Partai Menyerukan untuk Melindungi IVF Setelah Putusan Alabama

Alibaba Memimpin Kesepakatan Rekor untuk Mencetak Perusahaan AI Cina Senilai $2,5 Miliar

Yen dan yuan menderita saat Fed akan naikkan suku bunga lebih cepat

Singapura () – Dolar menuju kenaikan mingguan ketujuh berturut-turut terhadap yen pada Jumat, dan kenaikan satu minggu terbaik terhadap yuan China dalam lebih dari dua tahun, karena imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi mengangkat greenback.

China melonggarkan kebijakan moneter dan Jepang menyematkan imbal hasil obligasi pemerintah mendekati nol, sementara Ketua Federal Reserve Jerome Powell semalam mengatakan kenaikan suku bunga 50 basis poin akan dibahas pada pertemuan berikutnya dalam dua minggu.

Pernyataan itu, meskipun kurang lebih sejalan dengan ekspektasi pasar, mengirim imbal hasil obligasi AS lima tahun di atas 3,0 persen untuk pertama kalinya sejak 2018 dan membatalkan kenaikan euro.

Euro terakhir dibeli 1,0837 dolar dan tidak jauh di atas level terendah dua tahun, meskipun pasar mulai mempertimbangkan suku bunga yang lebih tinggi – dengan imbal hasil dua tahun Jerman mencapai level tertinggi delapan tahun semalam.

Yen jatuh 1,6 persen untuk minggu ini dan terakhir diperdagangkan pada 128,44 per dolar, tepat di atas level terendah 20 tahun pada Rabu (21/4/2022) di 129,43. Sementara itu, indeks dolar AS bertahan di atas 100 di 100,61.

Yuan telah jatuh melampaui rata-rata pergerakan 200 hari minggu ini dan mencapai level terendah baru tujuh bulan di 6,4830 dalam perdagangan di luar negeri di awal sesi.

"Pasar (swap) sekarang telah memperkirakan pengetatan 146 basis poin untuk tiga pertemuan kebijakan (Fed) berikutnya," kata analis Commonwealth Bank of Australia, Carol Kong.

"Dolar mungkin menerima dukungan lebih lanjut dari permintaan safe haven hari ini jika PMI April menimbulkan kekhawatiran pasar tentang prospek pertumbuhan global," tambahnya, mengacu pada angka indeks manajer pembelian yang akan dirilis di Eropa dan Amerika Serikat.

Kekhawatiran pertumbuhan telah membatasi kenaikan harga minyak akhir-akhir ini dan bersama dengan kekhawatiran tentang kerusakan ekonomi dari penguncian di China menjadi hambatan pada mata uang komoditas semalam.

Baca juga: Dolar AS naik di tengah kehati-hatian saat pertemuan menteri keuangan

Dolar Australia turun 1,0 persen pada Kamis (21/4/2022) dan berada di sekitar rata-rata pergerakan 50-hari di 0,7363 dolar AS dalam perdagangan pagi. Dolar Selandia Baru juga turun 1,0 persen semalam dan beringsut lebih rendah ke 0,6723 dolar AS pada Jumat pagi.

Menteri Keuangan Jepang Shunichi Suzuki mengatakan pada Jumat bahwa penurunan yen baru-baru ini "tajam," dan pernyataan dia tampaknya membatasi kerugian yen meskipun dia menambahkan dia tidak menyuarakan keprihatinan tentang hal itu dalam pertemuan dengan Menteri Keuangan AS Janet Yellen.

Harga konsumen inti Jepang naik pada laju tercepat dalam lebih dari dua tahun pada Maret, meningkatkan risiko bahwa pembuat kebijakan mungkin mencoba dan memperkuat mata uang untuk meringankan rumah tangga yang tertekan oleh energi yang lebih tinggi dan biaya makanan impor.

Sterling melayang di 1,3022 dolar.

Baca juga: Dolar meroket ke puncak 20 tahun vs yen, karena beda kebijakan Fed-BOJ
Baca juga: Dolar AS sentuh puncak baru 2 tahun, dipicu prospek kenaikan bunga Fed

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © 2022