6 Jam Genangan Wajib Surut

 

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan akan mengupayakan genangan bisa surut dalam 6 jam. “Tanggung jawab kita menyiapkan seluruh kekuatan untuk bisa mengeringkan dalam waktu kurang dari 6 jam,” instruksi Anies di Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan yang berlangsung di Lapangan JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, kemarin.

Kapasitas drainase di Jakarta maksimal rata-rata 100 mm per hari sehingga jika hujan di bawah 100 mm ditargetkan tidak ada banjir. Namun, bila terjadi curah hujan di atas 100 mm, akan diupayakan genangan air bisa surut dalam waktu kurang dari 6 jam.

Berdasarkan prediksi BMKG, jelas Anies, curah hujan akan meningkat sekitar 40% karena badai La Nina. Ada pun pada awal 2020, curah hujan di Jakarta mencapai 377 mm.

“Drainase kita hanya mampu menampung rata-rata curah hujan 100 mm,” ujar Anies.

Anies mengungkapkan, banjir datang dipicu tiga hal, yakni curah hujan tinggi (banjir lokal), banjir kiriman dari pegunungan kawasan Puncak, Bogor, dan banjir rob di pesisir.

Untuk mengantisipasi, Anies mengatakan, Pemprov DKI tengah mengeruk sejumlah waduk guna mengurangi potensi banjir. Langkah itu diambil agar air kiriman dari kawasan Puncak, Bogor, yang merupakan hulu 13 sungai membelah Ibu Kota menuju laut Teluk Jakarta bisa ditahan masuk ke waduk sebelum dialirkan secara bertahap. Pengerukan sejumlah waduk saat ini sedang dilakukan di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

Untuk mengeruk waduk, lanjutnya, Pemrov DKI mengerahkan sejumlah ekskavator. “Ekskavatornya tidak hanya milik DKI, tapi juga kami kerahkan dari berbagai unsur, baik swasta maupun BUMN, dan BUMD menyuplai alat-alat,” ujar Anies.

Anies pun mewanti-wanti jajarannya menjamin keselamatan warga jika banjir terjadi. Anies pun bakal menyiapkan tenda khusus jika ada warga yang terpapar covid-19 saat banjir. Tenda berwarna oranye itu akan menjadi tempat pengungsian khusus warga terpapar covid-19. Di dalamya ada bilik-bilik pemisah antarwarga.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga akan menyiapkan perahu khusus. Perahu ini menjadi alat transportasi yang membawa warga terpapar covid-19. “Kapal juga begitu. Disiapkan perahu untuk membawa mereka yang punya gejala atau terpapar covid-19. Jadi, nanti pengungsian disiapkan, mobilitas juga disiapkan,” ujarnya.

Sementara itu, Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara mulai membangun lima titik saluran air yang selama ini merupakan sumber banjir di Kelurahan Koja, Tanjung Priok, Jakata Utara. Kelima titik saluran air tersebut, yaitu di Lorong Fort Timur, Lorong 100, Lorong 101, Lorong 102, dan Jl Mawar.

Pembangunan itu merupakan hasil pengajuan usulan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) pada 2018. Namun, baru sekarang
bisa terealisasi proyek itu.

“Sekarang sudah mulai pembangunan saluran airnya. Diharapkan pembangunan saluran air dapat mengantisipasi banjir di wilayah tersebut,” kata Kepala Suku Dinas SDA Jakut Adrian Maranata. (Hld/Ssr/J-1)