6,1 Juta UMKM Ditargetkan Go Digital Tiap Tahun

 

MENTERI Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan ada 6,1 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ditargetkan masuk platform ekosistem digital (on boarding) setiap tahunnya hingga 2023. Dengan demikian, pada akhir 2023 diharapkan ada 30 juta UMKM on boarding.

“Dari target yang ditetapkan Bapak Presiden pada 14 Mei 2020 yaitu 2 juta UMKM/IKM on boarding, kita mampu mencapai 3,7 juta unit UMKM sehingga total ada 11,7 juta UMKM. Selanjutnya, mulai 2021-2023 ditargetkan 6,1 juta UMKM on boarding setiap tahun sehingga mencapai 30 juta UMKM pada akhir 2023,” kata Luhut dalam peluncuran Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia 2021, kemarin.

Ia mengatakan UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia karena jumlah UMKM mencapai 64 juta yang tersebar di seluruh Indonesia.

Ia juga mengingatkan semua pihak untuk bisa bekerja sama. Ia meminta semua pihak bahu-membahu menolong UMKM agar mereka bisa terus menciptakan produk bermutu yang bernilai tinggi. “Untuk itu, saya imbau seluruh daerah, seluruh pemangku kepentingan, mari kita sekali lagi bersatu untuk meningkatkan kualitas dan penjualan produk lokal Indonesia,” ujar Luhut.

Di kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menargetkan pada 2021 ini ada 12 juta UMKM yang akan terhubung dengan alat pembayaran QR Code Indonesian Standard (QRIS).

“Pada tahun lalu kami telah sambungkan 5,8 juta merchant secara nasional dan hampir semuanya UMKM. Mari tahun ini kita tingkatkan dua kali lipat jadi 12 juta merchant UMKM tersambung secara nasional dengan QRIS,” kata Perry.

Ia menuturkan, dengan terhubung QRIS, UMKM akan mulai masuk ekosistem digitalisasi yang memungkinkan adanya transaksi tanpa tatap muka sehingga pembayaran bisa berlangsung cepat, mudah, aman, dan andal.

“Saya yakin melalui digitalisasi, UMKM kita akan naik kelas, go digital, go export, dan jadi daya dukung ekonomi kita,” tukasnya. (Des/Ant/E-2)