Ancaman dan Balasan bagi Kaum Munafik

 

PEMBAHASAN tafsir Al Misbah kali ini masih melanjutkan surah Al- Mujadalah mulai ayat ke 18-22. Ayat ini menceritakan kaum munafik (pendusta dan pembohong), kebiasaan mereka ketika hidup di dunia, menghadapi kematian dan di akhirat serta ancaman bagi mereka.

Firma Allah dalam ayat ini memilik arti, '(Ingatlah) pada hari (ketika) mereka semua dibangkitkan Allah, lalu mereka bersumpah kepada-Nya (bahwa mereka bukan orang musyrik) sebagaimana mereka bersumpah kepadamu dan mereka menyangka bahwa mereka akan memperoleh sesuatu (manfaat). Ketahuilah, bahwa mereka orang-orang pendusta’.

Ketika Allah membangkitkan mereka semua dari kubur dan mereka bersumpah bahwa dulu mereka beriman sebagaimana sekarang ini bersumpah di depan kalian. Mereka mengira dengan sumpah itu, mereka telah melakukan suatu kelicikan yang menguntungkan mereka.

Sama halnya akhlak seseorang yang mendarah daging pada dirinya. Maka baru dinamai akhlak. Akhlak lahir dari kebiasaan yang terjadi di dunia ini sehingga terjadi sampai hari kiamat. Apabila kebiasaannya di dunia berbohong, kebiasaan akan dibawa sampai mati.

Ayat 19 berkisah bagaimana cara setan menguasai manusia.

Iblis sebagai pimpinan setan, pernah bersumpah di hadapan Tuhan bahwa mereka pasti akan menggoda manusia dari depan, belakang, kiri, serta kanan. Kenapa dari atas dan bawah tidak disebutkan dalam ayat ini?

Penjelasannya, dari atas ialah jalur malaikat dan jalur berdoa kepada Allah, sedangkan dari bawah ialah jalur untuk bersujud kepada Allah.

Ayat 20 berbunyi, 'Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina'. Ayat ini dan ayat setelahnya berisi ancaman dan janji. Ancaman terhadap orang yang menentang Allah dan rasul-Nya dengan berbuat kufur dan maksiat bahwa ia akan dihinakan serta tidak mendapatkan akhir yang baik. Janji diberikan bagi orang yang beriman pada Allah dan rasul-Nya. Kepada mereka kemenangan dan pertolongan di dunia dan akhirat. Ini janji yang tidak dapat dimungkiri dan diubah karena Allah Mahabenar, Mahakuat, dan Mahaperkasa, tak ada yang dapat menghalangi keinginan-Nya.

Banyak orang yang bertobat ketika jiwanya telah mencapai tenggorokan. Maka, pertobatan orang tersebut menjadi tidak bermanfaat.

Ayat terakhir dalam surah Al Mujadalah menjelaskan, rida Allah itu lebih hebat dari masuk surga. Dalam Alquran diuraikan tentang anugerah surga, bahwa rida sedikit pun dari Allah lebih besar daripada surga.

Kesimpulannya, kebiasaan kita di dunia bisa terbawa sampai akhir, buruk maupun baik. Kita harus waspada karena setan mempunyai banyak cara untuk menjerumuskan manusia. Siapa yang menentang nilai yang diajarkan agama, akan termasuk kelompok orang yang hina. Kemenangan itu akan diraih, sesuai janji Allah, pada waktunya selama kita memenuhi syarat untuk meraih kemenangan tersebut. (Fer/H-3)