Australia Ajukan Rencana Peluncuran Vaksin Korona

 

OTORITAS Kesehatan Australia akan mengajukan rencana peluncuran vaksin covid-19 dalam dua minggu hingga awal Maret.

Australia telah berulang kali menolak desakan untuk mempercepat jadwal distribusi vaksin karena kasus covid-19 yang tergolong rendah.

“Karena data dan panduan peraturan telah disediakan, kami secara progresif dapat memajukan peluncuran sementara kami dari pertengahan tahun ke kuartal kedua hingga akhir Maret dan sekarang awal Maret,” kata juru bicara Menteri Kesehatan Greg Hunt.

Pemerintah berencana menyelesaikan program inokulasi massal bagi 25 juta warganya hingga akhir tahun ini. Australia telah berkomitmen untuk membeli 10 juta dosis dari Pfi zer-BioNTech dan 85 juta dosis dari Astrazeneca.

Kampanye vaksinasi akan dimulai dengan vaksin dari Pfi zer-BioNTech, sedangkan vaksin Astrazeneca rencananya akan digunakan pada akhir Maret.

Sejauh ini Australia telah melaporkan total lebih dari 28.500 kasus covid-19 dan 909 kematian. Penutupan perbatasan dan sistem pelacakan cepat telah membantu menjaga jumlah
kasus relatif rendah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian dua dosis vaksin Pfizer dan BioNTech dalam waktu 21-28 hari. “Kami berdiskusi dan mengeluarkan rekomendasi berikut, dua dosis vaksin (Pfi zer) ini dalam 21-28 hari,” kata Ketua Kelompok Penasihat Strategis Ahli Imunisasi WHO (SAGE) Alejandro Cravioto dalam jumpa pers online.

Namun, dengan pasokan vaksin yang terbatas, WHO telah meneliti bagaimana suntikan dapat digunakan secara efektif. Panel tersebut mengatakan negara-negara harus memiliki kelonggaran untuk memberi suntikan selama enam minggu sehingga lebih banyak warga dengan risiko penyakit yang lebih tinggi bisa mendapatkannya.

“SAGE membuat ketentuan bagi negara-negara dalam keadaan luar biasa dari kendala pasokan vaksin (Pfi zer) untuk menunda pemberian dosis kedua selama beberapa minggu untuk memaksimalkan jumlah warga. (Aiw/CNA/I-1)