Babinsa Siliwangi Pantau Warga Terjangkit

 

TENTARA dan polisi di Tanah Air terus bergerak. Di lingkungan Kodam III/Siliwangi, Bintara Pembina Desa alias Babinsa dilibatkan dalam memantau pergerakan warga, baik yang positif terjangkit korona, pasien dalam pengawasan (PDP), maupun orang dalam pemantauan (ODP).

“Babinsa akan menggunakan program Sistem Pelaporan Informasi Terpadu (SPIT). Dari laporan Babinsa itu, kita bisa mengetahui posisi dan pergerakan warga tersebut,” ujar Panglima Kodam III/Siliwangi, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, di Bandung, akhir pekan lalu.

Pengembangan aplikasi SPIT ini dilakukan dan dibiayai oleh Petrus Adamsantosa, seorang pengusaha di Kota Bandung. “Aplikasi ini menjawab salah satu persoalan terkait covid-19, yakni sulitnya mengidentifikasi posisi dan pergerakan warga yang terkait korona,” jelas Nugroho.

Di Jawa Barat, Kodam III memiliki 6.200-an Babinsa. “Aplikasi ini hanya bisa diakses oleh TNI sehingga tidak semua orang mengetahuinya. Server utamanya ada di Markas Kodam Siliwangi,” tambah Petrus.

Keterlibatan kepolisian di daerah juga sudah merasuk ke penang gulangan korona. Polres Cianjur, Jawa Barat, misalnya, membentuk Posko Relawan Tanggap Covid-19 di setiap desa. Para relawan ini bertugas memantau ODP, terutama yang mudik dari luar daerah.

“Posko ini kerja sama antara perangkat desa dan bintara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (Bhabinkamtibmas),” tutur Kapolres Cianjur AKB Juang Andi Priyanto. 

Sementara itu, di Banyumas, Jawa Tengah, Polres membentuk Kampung Siaga Covid-19 dengan program utamanya mendorong
warga menjadi polisi atas diri mereka sendiri. “Mereka disiplin dan taat,” papar Kapolresta Banyumas Kombes Whisnu Caraka.

Di sisi lain, aksi juga dilakukan kader Partai NasDem Purwakarta, Jawa Barat, dengan memberi bantuan sembako, masker, dan cairan pembersih tangan. “Kami juga menebar pikiran optimistis,” kata Luthfi Bamala, pengurus NasDem Purwakarta. (BY/BB/BK/LD/RZ/SL/FB/JL/N-2)