Bantuan Korban Bencana Mengalir

 

BERBAGAI bantuan kemarin terus mengalir dari pemerintah pusat dan daerah untuk korban bencana alam seperti gempa di Sulawesi Barat dan banjir bandang di Kalimantan Selatan.

Kementerian Sosial, misalnya, menyalurkan bantuan Rp1,7 miliar ke Sulawesi Barat. Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos RI, M Safii Nasution, mengawal langsung bantuan dengan ikut naik pesawat Herkules. Menurutnya, semua bantuan itu secepatnya disalurkan, termasuk kepada seluruh ahli waris korban yang meninggal.

"Bantuan logistik ini berwujud makanan siap saji, makanan anak, tenda gulung, matras, peralatan keluarga, tenda serbaguna, dan keperluan lainnya," jelas Safii.

Kemensos juga mengerahkan 50 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) dari Sulawesi Selatan dan 19 personel dari Sulawesi Tengah untuk membantu Tagana setempat dalam membuka dapur umum dan memberikan layanan dukungan psikososial.

Sementara itu, Dinas Sosial Sulsel mengirim bantuan via laut, menggunakan KRI Teluk Ende. Isinya mulai beras 10 ton hingga mi instan 3.000 dos, ribuan selimut, serta sarung.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyerahkan bantuan awal Rp4 miliar untuk operasional kebutuhan pokok penanganan gempa. Pemerintah Sulawesi Barat sendiri telah menetapkan status darurat untuk bencana yang menewaskan sedikitnya 46 jiwa tersebut. "Tahap pertama, satu-dua minggu ini kita harapkan seluruh komponen kekuatan yang ada bisa diberdayakan," tegas Kepala BNPB Doni Monardo, kemarin.

Untuk korban banjir di Kalimantan Selatan, Mabes TNI beserta Basarnas dan BNPB telah mengirim pasukan dan bantuan untuk membantu evakuasi. Panglima TNI Hadi Tjahjanto bersama Kepala Basarnas Bagus Puruhito kemarin ikut meninjau lokasi banjir di jalan poros lintas kabupaten, yaitu perbatasan Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut.

"Presiden juga membantu 34 perahu karet bermotor tempel, selimut, dan 10.000 paket sembako yang saya serahkan langsung," kata Panglima TNI.

 

Rumah sakit penyangga

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Barat kemarin telah menyiapkan 15 titik pengungsian untuk korban gempa di Majene dan Mamuju. Namun, sementara hanya tiga rumah sakit yang saat ini aktif untuk pelayanan kedaruratan di Mamuju, yaitu RS Bhayangkara, RS Regional Provinsi Sulawesi Barat, dan RSUD Kabupaten Mamuju.

Bantuan rumah sakit penyangga di Makassar lalu ditawarkan oleh Pemprov Sulawesi Selatan. "Jadi, semua yang terkena gempa, ada masalah kesehatan dan sebagainya yang serius, kita evakuasi ke Makassar. Kami akan menjadi penyangga untuk perawatan kesehatan semuanya," kata Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

Untuk mencegah potensi penularan covid-19, Kementerian Kesehatan juga telah mengaktifkan klaster kesehatan yang terletak di Kabupaten Mamuju dengan menyediakan 25 ambulans, tenda, peralatan ortopedi, obat-obatan ortopedi dan logistik masker.

BPBD Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, menyatakan banjir akibat meluapnya Sungai Balangan dan Sungai Pitap hingga kemarin belum surut. Jumlah warga yang terdampak mencapai 11.816 jiwa dan rumah yang terendam sekitar 3.571 buah.

Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah, Berry Nahdian Furqan, menjelaskan wilayahnya juga masih lumpuh akibat banjir. "Masih banyak warga yang bertahan di atap-atap rumah," tutur Berry. (Wan/Ata/SS/DY/TB/Ant/X-11)