Bekal Menjalani Ibadah di Bulan Suci

                       

RASULULLAH SAW mengajarkan paling tidak ada empat bekal yang harus kita persiapkan di awal bulan suci Ramadan agar selama satu bulan ke depan ibadah yang kita jalani bisa maksimal.

Ustaz Nurjaman yang juga Imam Masjid Nursiah Daud Paloh (NDP) Media Group menyebutkan, empat bekal tersebut semuanya dirangkai dalam doa yang Rasul ajarkan kepada keluarganya, para sahabatnya, dan sampai kepada umatnya.

Bekal pertama, jelas Nurjaman, ketika datang bulan suci Ramadan, kita harus meminta kepada Allah SWT kelapangan, termasuk kelapangan dalam melaksanakan ibadah Ramadan.

“Hal itu sebagaimana Rasulullah SAW beri tahukan pada Alquran surah Al-Insyirah yang berbunyi, ‘Ya Muhammad bukankah telah Kami lapangan dadamu, telah Kami lapangkan hatimu, baru setelah itu Kami turunkan, Kami ajarkan zikir dan Kami letakkan zikir kepadamu’,” ungkap Nurjaman, saat tausiah Ramadan yang dilakukan secara virtual, kemarin.
Rasulullah SAW merupakan orang yang paling khusyuk, orang yang salatnya fokus kepada Allah SWT karena hatinya sudah lapang menerima syariat.

Sebab itu, kata Nurjaman, ada orang ketika tarawihnya nikmat, membaca Alqurannya nikmat, semua ibadah yang dilakukan nikmat, karena hatinya sudah lapang menerima syariat.
Selanjutnya, persiapan kedua yang harus dilakukan dalam melaksanakan ibadah Ramadan ialah memohon kemantapan iman. Karena perintah berpuasa sebagaimana termaktub pada surah Al-Baqarah ayat 183 berisi kewajiban orang berpuasa bagi mereka yang beriman.

Nurjaman pun mengingatkan, ibadah puasa ialah ibadah yang sungguh sangat berat, tidak akan pernah bisa dilewati seorang hamba Allah, kecuali dengan imannya.
“Penentunya adalah iman. Tidak jaminan orang yang bagus secara jasmani, orang yang sehat secara jasmani, kuat mengerjakan puasa, tetapi imannya lemah, orang ini tidak akan sanggup melaksanakan ibadah puasa,” tukasnya.

Ketika seseorang mempunyai iman yang kuat kepada Allah SWT, ujar Nurjaman, seberat apa pun, dalam kondisi apa pun jasmaninya, pasti puasanya akan sampai pada saat berbuka.

“Karena imanlah yang mampu membuat seseorang beribadah puasa dari terbit matahari sampai terbenam matahari. Bahkan, menjauhi larangan-larangan yang lain,” tegas Nurjaman.
Keselamatan

Nurjaman melanjutkan, bekal ketiga dalam melaksanakan ibadah Ramadan ialah keselamatan lahir maupun batin. Ia menuturkan, ada orang yang sebelum berpuasa berniat kepada Allah SWT akan berpuasa dapat beribadah sebulan penuh dengan optimal, tapi ternyata Allah tidak memberikan kesehatan yang optimal kepadanya.

Dari hal itu kita diajarkan sebelum bulan Ramadan, banyak memohon keselamatan kepada Allah SWT, secara sehat jasmani dan rohani.

Bekal keempat yang dibutuhkan untuk menggapai nikmat beribadah di bulan Ramadan ialah keislaman. Nurjaman mengatakan, Islam ialah aktualisasi iman seseorang. Jika seseorang sudah menyatakan amantu billah atau saya sudah beriman kepada Allah, itu harus direalisasikan.

Jika seseorang sudah mengucapkan laa ilaha illallah Muhammad Rasulullah, ada beban agama yang harus dia kerjakan konsekuensi iman kepada Allah dan Rasul-Nya.
“Sebab itu, Ramadan adalah refleksi keimanan dan keislaman seseorang kepada Allah SWT. Apakah sudah benar imannya akan terlihat dalam pelaksanaan keislamannya?” pungkas Nurjaman. (H-2)