Belasan Kamera E-TLE Dirusak Perusuh

 

DEMO penolakan Undang-Undang Cipta Kerja pada Kamis (8/10) dan Selasa (13/10) di Ibu Kota berujung ricuh sehingga membuat 12 kamera tilang elektronik atau E-TLE rusak.

“Ada 12 titik kamera E-TLE yang dirusak. Saat ini masih dalam proses perbaikan, mungkin dalam waktu dekat ini sudah selesai,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo di Gerbang Tol 2 Cikunir Bekasi, kemarin.

Namun, Sambodo tidak memerinci ke-12 titik itu. Hanya dia menyebut berada di sekitar Jalan Sudirman-MH Thamrin. “Khususnya di dekat pos-pos lalu lintas yang dibakar,” tambahnya.

Sambodo menyebut kerusakan kamera canggih itu lumayan parah. Pasalnya, itu sudah tidak dapat beroperasi menilang pelanggar lalu lintas. “Ada yang memang panelnya rusak, ada yang disogrok sehingga dia posisinya berubah, ada yang kabelnya putus, dan sebagainya,” tutur Sambodo.

Meski kamera E-TLE rusak di 12 titik itu, Sambodo memastikan para pengendara tidak bisa mengemudi seenaknya. Ada polisi lalu lintas yang berjaga memantau pengendara. “Memang di titik-titik yang rusak selama ini kan ada anggota juga, ada kameranya juga,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Sambodo meminta maaf jika jajarannya pernah melakukan kesalahan hingga menyakiti hati masyarakat.

“Saya minta maaf kalau ada perilaku anggota saya, anggota polantas yang selama ini pernah menyakiti hati masyarakat, khususnya para pengemudi angkutan,” tegasnya.

Sambodo mengatakan, sebagai wujud permintaan maaf, pihaknya bersama jajaran satlantas polres turun ke jalan membagikam masker dan nasi bungkus dalam kegiatan Jumat Barokah di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Ia berharap, pemberian itu bisa membuat masyarakat memaafkan dan menumbuhkan kecintaan masyarakat kepada petugas. “Itulah sebabnya hari ini kami melaksanakan operasi simpatik bagi-bagi beras. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini, masyarakat lebih mencintai Polri dan bekerja sama dengan Polri di kemudian hari,” kata Sambodo. (Faj/Medcom/J-1)