Belum Cukup tapi Menenangkan

 

LESTY Nuraini ikut menjemput kedatangan vaksin produksi Sinovac di Palembang, Sumatra Selatan, Senin (4/1). Ada rasa tenang bercampur gundah. Wajar saja. Pada gelombang pertama itu, vaksin untuk Sumatra Selatan hanya 30 ribu vial. Angka itu sangat jauh dibanding jumlah penduduk yang hampir mencapai 8,5 juta jiwa.

"Masyarakat tidak boleh merasa tenang dan tidak menerapkan 3M secara ketat lagi. Pengendalian pandemi harus terus kita lakukan bersama dengan cara mematuhi protokol kesehatan dengan sangat disiplin," ujar Kepala Dinas Kesehatan Sumatra Selatan itu, kemarin.

Ia memperlihatkan data masih tingginya angka infeksi baru di wilayahnya. Akibatnya, sampai Januari, jumlah warga yang terinfeksi masih mencapai 1.779 orang.

Imbauan yang sama juga dilontarkan Raflizar. Plt Kepala Dinas Kesehatan Jambi itu mensyukuri 20 ribu dosis vaksin sudah tiba di Jambi.

"Tapi, jumlah ini belum bisa memenuhi kebutuhan semua tenaga kesehatan yang kami prioritaskan. Jumlah mereka yang bekerja di 40 rumah sakit rujukan mencapai 27 ribu orang," paparnya.

Data yang sama juga diperlihatkan Sartono, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. "Kami terima 2.113 dosis dari kebutuhan 6.000-an lebih khusus untuk tenaga kesehatan."

Adapun Bengkulu, kata Kepala Dinas Kesehatan Herwan Antoni, membutuhkan 34 ribuan dosis. "Kami mendapat pasokan 20 ribu dosis."

 

Masih menunggu

Pemerintah sudah menjadwalkan penyuntikan pertama vaksinasi pada 13 Januari dan disusul serentak 14-15 Januari. Namun, sejumlah kepala dinas kesehatan mengaku masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari pemerintah pusat.

"Kami sudah menerima 40 ribuan vaksin untuk Sumatra Utara. Masih kami simpan di gudang farmasi dinas kesehatan, karena harus menunggu petunjuk terkait metode penyalurannya ke daerah," aku Kepala Dinas Kesehatan Sumatra Utara Alwi Mujahit Hasibuan.

Selain itu pihaknya juga belum mendapat kejelasan terkait penggunaan 40 ribu vaksin tersebut. "Diberikan langsung untuk 20 ribu tenaga kesehatan atau ada petunjuk yang lain."

Di Sumatra Selatan, vaksin juga masih disimpan dinas kesehatan provinsi. "Dinas Kesehatan Kota Palembang belum menerima vaksin, yang sudah datang Senin. Kabarnya, karena karena belum ada label dari Biofarma dan surat izin edar," tutur Plt Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Palembang, Mirza Susanti.

Dari 30 ribu vial vaksin untuk Sumatra Selatan, Palembang kebagian 19 ribu. Pelaksanaan vaksinasi dilakukan di 41 puskesmas dan 19 rumah sakit.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan juga mengaku masih menunggu informasi lanjutan dari pemerintah pusat. "Kami sudah terima 7.160 paket vaksin untuk tenaga kesehatan. Sudah kami simpan dengan baik."

Vaksinasi akan diprioritaskan untuk wilayah perkotaan, yakni Manokwari dan Sorong. "Angka infeksi baru di wilayah kami masih tinggi. Sambil menunggu vaksinasi massal, warga harus tetap menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak," tandas Mandacan. (SL/JI/MY/YP/MS/N-2)