Belum Tuntas Melacak Klaster Gowa

 

DAMPAK penyelenggaraan Ijtima Dunia 2020 Zona Asia sangat merepotkan sejumlah daerah. Deretan nama korban yang terjangkit covid-19 (virus korona) setelah mengikuti acara yang digelar di Pakatto, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Maret lalu itu semakin panjang.

Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi daerah yang benar-benar kelimpungan. Sampai kemarin, diperkirakan ratusan warga dari sejumlah kabupaten dan kota di provinsi itu mengikuti acara di Gowa.

“Dari kasus positif korona di Kal­sel, sekitar 53%-nya merupakan warga yang hadir di Gowa. Jumlah peserta dari daerah ini mencapai ra­tusan orang. Kami masih melacak­nya satu per satu,” ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalimantan Selatan, Muslim, di Banjarmasin.

Sampai kemarin, gugus tugas men­catat adanya penderita positif ko­rona mencapai 146 orang. Dari jumlah itu, 123 orang dirawat di ru­mah sakit, sisanya melakukan karantina mandiri.

Kekhawatiran serupa juga dirasakan Bupati Banyumas, Jawa Tengah, Achmad Husein. Ia mengaku sudah melakukan rapid test terhadap 300-an peserta Ijtima Gowa. Hasilnya, 40 orang positif korona.

“Kami masih menunggu hasil swab terhadap 40 orang itu. Saat ini, di Banyumas sudah ada 37 kasus positif dan bisa bertambah jika hasil swab peserta Ijtima sudah selesai,” tuturnya.

Di Banjarnegara, tiga peserta Ijti­ma Gowa juga dipastikan positif. “Sam­pai sekarang sudah ada 16 ka­sus positif. Kami juga masih me­­nunggu hasil swab dari 28 warga yang dalam rapid test menunjukkan hasil positif,” kata Bupati Budhi Sarwono.

Jumlah warga asal Jawa Tengah yang mengikuti pertemuan di Gowa terhitung paling banyak, sekitar 1.500 orang. Akhir pekan lalu, 36 di antara mereka dinyatakan positif menderita covid-19. “Kami masih terus melakukan tracing terhadap aktivitas peserta Ijtima di Gowa,” kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo.

Kemarin, pasien korona di Provinsi Jambi juga bertambah 11 orang. Sembilan di antara mereka merupakan pasien klaster Gowa. “Dengan tambahan itu, total pasien korona di Jambi mencapai 32 orang. Baru satu yang sembuh,” jelas Juru Bicara Gugus Tugas Johansyah. (DY/LD/AS/SL/N-2)