Beragam Cara Memulihkan Perekonomian

 

PROGRAM Jaring Sosial Padat Karya akhirnya digelar. Kemarin, di Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah meluncurkan program itu.

Program ini cukup penting. Pasalnya, setelah pandemi covid-19 berlangsung selama hampir 9 bulan, jumlah pengangguran baru di Indonesia mencapai 9,7 juta orang, karena dirumahkan perusahaan.

“Program Jaring Sosial Padat Karya dilaksanakan untuk mengurangi angka pengangguran. Untuk sektor ketenagakerjaan ini, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp20 triliun guna penanganan korban PHK,” ujar Menteri Ida.

Dia menambahkan, dengan padat karya, berarti ada lapangan kerja bagi masyarakat. Karena program ini dilaksanakan berkelanjutan, diharapkan akan menekan angka penganggur dan setelah penganggur.

“Fokus utama program padat karya ialah pada pembangunan infrastruktur di perdesaan yang melibatkan warga atau swadaya masyarakat,” lanjutnya.

Di Cianjur, Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Suhartono, menyatakan ada 35 kelompok masyarakat yang dilibatkan dalam program itu. Satu kelompok terdiri dari 20 warga.

Sementara itu, Pemerintah Kota Cimahi punya cara tersendiri untuk menghidupkan pelaku usaha mikro. Melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian, mereka menggelar Program Cimahi Small Business Innovation (CSBI) Competition.

Kegiatan itu mendorong upaya pemulihan ekonomi pelaku usaha mikro di masa pandemi. Selain itu juga sebagai upaya memotivasi pelaku usaha untuk terus berinovasi.

Kompetisi ini menilai inovasi dan pemberdayaan kelompok usaha. Ha­diah yang disediakan Pemkot Cimahi mencapai total Rp2,5 miliar.

Pasar murah

Upaya pemulihan ekonomi dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tengah dengan menggelar pasar murah. Salah satunya digelar di lapangan bola Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, Palu.

Dalam pelaksanaannya, panitia mewajibkan pedagang dan pembeli menerapkan protokol kesehatan. “Pemerintah berupaya meningkatkan daya beli masyarakat dengan menjajakan barang distributor, sehingga harganya terjangkau,” kata Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Pemprov Sulteng, Bunga Elim Somba.

Pasar murah, lanjutnya, diharapkan bisa sedikit meringankan beban masyarakat. “Pandemi telah menyulitkan semua lini di masyarakat.”

Di Bali, Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati terus menyemangati warga dan pelaku usaha untuk bangkit, sehingga ekonomi berjalan normal kembali.

“Kita mengoptimalkan pengendalian pandemi. Namun, di sisi lain, kita terus mendorong ekonomi tumbuh, tanpa mengabaikan protokol kesehatan,” tandasnya.

Di Bali, Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan PDB kuartal III mengalami kontraksi hingga minus 12,28%. “Semua komponen masyarakat harus bersatu padu. Kita harus optimistis ekonomi bisa tumbuh,” kata Wagub.

Dari sejumlah daerah dilaporkan, pemerintah masih terus mengalirkan bantuan sosial untuk membantu warga yang terdampak pandemi. (BK/DG/TB/RS/YK/GL/N-3)