Bertahan di Tengah Pandemi

PANDEMI memaksa kita beradaptasi. Hanya mereka yang mempunyai inovasi dan menguasai digitalisasi akan mampu bertahan dari terjangan badai pandemi yang langsung menghantam jantung perekonomian.

Data Kementerian Ketenagakerjaan hingga 20 April 2020 mencatat, sebanyak 2.084.593 pekerja dari 116.370 perusahaan dirumahkan dan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Pandemi korona memaksa aktivitas jual-beli secara langsung dibatasi. Pasar konvensional, ketika pembeli bertemu dengan pedagang secara langsung, tidak seperti dulu lagi. Untuk bisa memasarkan produk, pengusaha dipaksa berjualan secara daring dengan memanfaatkan medsos atau platform digital yang lain.

Pandemi korona dan pesatnya perkembangan dunia digital membuat tatanan kehidupan kenormalan baru.Siapa saja memiliki kesempatan yang sama dalam berusaha dan meraih kesuksesan.

Jack Ma, pendiri Alibaba, mengatakan globalisasi yang dulu dipimpin negara maju sekarang berubah arah ke negara berkembang. "Globalisasi dipimpin oleh negara maju dan perusahaan besar di masa silam, tapi nanti di masa depan akan dipimpin oleh negara berkembang dan bisnis kecil," kata Ma dalam event China Green Companies Summit.

"Siapa pun dengan ponsel bisa menjalankan bisnis global. Dalam 3 dekade ke belakang, sekitar 6.000 bisnis besar mendikte globalisasi, tapi masa depan akan diputuskan oleh 60 juta bisnis kecil yang menjadi global. Digitalisasi tentu akan mengubah seluruh industri," papar dia.