Bio Farma Siap Produksi 250 Juta Dosis Vaksin

 

PT Bio Farma menyatakan siap memproduksi vaksin covid-19 sebanyak 250 juta dosis per tahun mulai 2021 mendatang.

“Bio Farma memiliki kapasitas produksi 250 juta dosis per tahun. Bukan sekaligus. Karena itu penyediaannya akan bertahap. Tidak mungkin langsung diberikan kepada seluruh penduduk Indonesia,” kata Neny Nuriani selaku integration manager di Divisi Riset dan Pengembangan PT Bio Farma di Jakarta, kemarin.

Neny mengungkapkan hal itu disebabkan oleh terbatasnya kapasitas dan terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi dalam memproduksi vaksin di masa pandemi. “Pengembangan vaksin rutin berbeda dengan pandemi. Ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu kecepatan, stabilitas, dan akses cost karena tidak ada garansi ini akan dipakai rutin. Karena itu, kolaborasi global dan partnership harus dilakukan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, memprediksi Indonesia membutuhkan sebanyak 340 juta dosis vaksin. Pasalnya, setiap penduduk harus mendapatkan dua kali penyuntikan vaksin.

Karena kapasitas vaksin terbatas, pihaknya membuat skema untuk menentukan kelompok prioritas. Mulai petugas kesehatan, kelompok
berisiko tinggi, kontak tracing, hingga kelompok administrasi pemerintahan. “Kita juga sedang merancang pelaksanaan, ketersediaan vaksin hingga end user. Ini akan sangat terkait berapa kapasitas produksi saat itu,” tandasnya.

Terpisah, juru bicara tim uji coba vaksin virus korona Universitas Padjadjaran Bandung, Rodman Tarigan, mengatakan sebanyak 663 subjek telah mendapat suntikan vaksin pada tahap pertama. Jumlah tersebut berasal dari 953 relawan yang sudah menjalani wawancara.

“Seluruh subjek akan menjalani uji coba sebanyak lima kali kunjungan. Dari jumlah itu, 110 di antara mereka sudah memasuki tahap keempat, yaitu pengambilan darah pascavaksinasi terakhir,” kata Rodman.

Sementara itu, perusahaan farmasi Pfizer Inc mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menanti hasil ujicoba pada akhir Oktober. Jika vaksin covid-19 yang dikembangkan bersama dengan BioNTech SE Jerman itu terbukti aman dan efektif, mereka akan segera meminta persetujuan regulator di Amerika Serikat. Sejauh ini, lebih dari 29 ribu orang telah mendaftar dalam uji coba yang dimulai pada Juli itu. (Ata/BY/Van/AFP/X-11)