Bioskop XXI Batal Buka

 

BIOSKOP Cinema XXI menunda pembukaan pemutaran film di Ibu Kota. Pasalnya, film yang akan ditayangkan terbatas. “Salah satu kendala yang dihadapi ialah keterbatasan film yang akan ditayangkan, baik film Hollywood maupun film nasional,” ucap Head of Corporate Communications & Brand Management Cinema XXI Dewinta Hutagaol lewat keterangan tertulis, kemarin.

Dewinta mengatakan pihaknya mengapresiasi dan berterima kasih atas kerja keras seluruh jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan relawan selama pandemi covid-19. Mereka berharap, keadaan cepat membaik agar bioskop XXI dapat kembali dibuka. “Sehingga kami dapat kembali ke tengah masyarakat Indonesia dan turut berkontribusi bagi perekonomian bangsa,” kata dia.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan tiga jaringan bioskop kembali beroperasi dengan protokol kesehatan ketat selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. Ketiga jaringan bioskop tersebut ialah CGV Indonesia, XXI, dan Cinepolis.

Head of Sales and Marketing CGV Cinemas Manael Sudarman mengatakan, sejak bioskop dibuka pada 21 Oktober lalu, terlihat antusiasme warga mulai muncul. Menurut Manael, para penonton yang sudah mulai berani menyaksikan film di bioskop antara lain anak muda, pasangan, dan keluarga.

“Masyarakat cukup patuh pada protokol kesehatan bioskop dan mereka mengikuti arahan dari staf kami. Hanya ada sedikit pengunjung yang belum tahu beberapa protokol,” ungkapnya.

Kebingungan yang kerap dihadapi penonton, misalnya, masih ada beberapa penonton yang belum mengetahui pelarangan makan dan minum di dalam auditorium bioskop. Kemudian, masih ada warga yang membawa anak di bawah usia 12 tahun, padahal usia anak itu termasuk usia
yang dilarang menonton ke bioskop.

Selain itu, masih ada warga yang belum terbiasa membeli tiket menonton film secara daring. Meski begitu, Manael memastikan ada staf CGV yang membantu para penonton yang masih kebingungan itu. (Hld/Medcom/J-1)