Blusukan Risma Diduga Pencitraan Pilgub

 

AKSI blusukan yang dilakukan Menteri Sosial Tri Rismaharini di wilayah Ibu Kota diduga bernuansa politis. Mantan Wali Kota Surabaya itu diingatkan untuk fokus pada penanganan bantuan sosial ketimbang melakukan pencitraan untuk persiapan pemilihan gubernur DKI Jakarta.

Anggota DPR-RI dari Fraksi PAN Ahmad Yohan, bahkan menyebut Risma sedang melakukan parodi pencitraan yang terkesan ugal-ugalan. Menurutnya, parodi itu tidak bermanfaat bagi masyarakat saat pandemi covid-19.

"Kondisi negara yang ruwet, jangan menyelam di air keruh. Dia bukan lagi Wali Kota Surabaya. Saat ini dirinya menjabat Menteri Sosial. Rakyat juga tengah menghadapi situasi sulit. Pilgub DKI Jakarta masih jauh," kata Ahmad dalam keterangan resminya, kemarin.

Hal paling urgen saat ini ialah menata ulang struktur organisasi kerja bansos sehingga bantuan yang diterima rakyat tidak seburuk sebelumnya. Risma disarankan fokus mengurus mitigasi sosial terkait dampak pandemi.

"Apalagi temuannya terkait tunawisma di kawasan Sudirman itu tidak bisa diverifikasi, apakah itu warga Jakarta atau bukan. Jakarta ini episentrum kegiatan ekonomi. Penduduk dari daerah satelit, seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi itu siang hari melakukan mobilisasi ke Jakarta untuk mengais rezeki," katanya.

Pada kesempatan terpisah, Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Ahmad Ali menilai perdebatan terkait blusukan itu bisa dihindari jika Kementerian Sosial berkoordinasi terlebih dahulu dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua Fraksi NasDem DPR-RI itu mengingatkan Risma tidak hanya fokus blusukan di Jakarta. Menurutnya, permasalahan gelandangan juga terjadi di berbagai daerah.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan Gubernur Anies Baswedan sudah meminta Dinas Sosial DKI Jakarta untuk memeriksa pengemis yang ditemukan Risma di kawasan Jalan Sudirman-Jalan Thamrin. (Hld/Medcom/J-2)