Bombardier Diselidiki Terkait Suap Garuda

 

SERIOUS Fraud Office (SFO) atau lembaga yang menyelidiki penipuan dan korupsi di Inggris mengumumkan melakukan investigasi terhadap perusahaan manufaktur asal Kanada, Bombardier Inc, dengan dugaan suap dan korupsi terkait dengan kontrak dan/atau pesanan dari Garuda Indonesia.

“SFO memastikan menginvestigasi Bombardier Inc atas dugaan suap dan korupsi terkait dengan kontrak dan/ atau pesanan dari Garuda Indonesia,” dalam siaran pers yang disitat dari situs resmi SFO.

“Karena ini investigasi aktif, SFO tidak akan berkomentar lebih lanjut.”

Menanggapi pernyataan itu, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mendukung upaya SFO. “Kami akan menghormati proses hukum yang tengah berjalan sehubungan dengan dugaan suap kontrak penjualan pesawat Bombardier pada periode 2012,” ujar Irfan dalam keterangannya kepada Media Indonesia, kemarin.

Irfan menuturkan, perusahaan penerbangan pelat merah itu juga aktif berkoordinasi dengan pihak-pihak berwenang memastikan penegakan hukum kasus tersebut.

“Dukungan Garuda Indonesia terhadap upaya penegakan hukum ini selaras dengan mandat yang diberikan pemerintah kepada kami untuk terus memperkuat implementasi good corporate governance pada seluruh aktivitas bisnis perusahaan,” jelas Irfan.

Ia menyebut dengan dukungan Garuda Indonesia ke SFO dan lembaga hukum di Tanah Air dapat menyelesaikan kasus dugaan suap di perusahaan badan usaha milik negara itu.

“Diharapkan melalui peran aktif yang kami lakukan dalam mendukung upaya penegakan hukum tersebut, Garuda Indonesia dapat secara konsisten menjaga lingkungan bisnis yang transparan,” pungkas Irfan.

Diketahui, investigas SFO ini berkaitan dengan kasus korupsi terdakwa mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar. Ia terlibat dalam kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus dan Rolls Royce pada maskapai Garuda Indonesia.

Emir diduga menerima suap dalam bentuk transfer uang dan aset yang nilainya mencapai lebih dari US$4 juta atau setara dengan Rp52 miliar dari perusahaan asal Inggris, Rolls Royce. Dilansir Aerotime, Garuda saat ini mengoperasikan 18 jet regional Bombardier CRJ-1000. Kesepakatan untuk memperoleh pesawat diselesaikan saat Singapore Airshow pada Februari 2012.

Dukung

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan langkah SFO mendapatkan dukungan penuh dari kementerian. “Kami di Kementerian BUMN sangat mendukung untuk tindak lanjut masalah hukum di Garuda,” kata Erick dalam pesan singkatnya, di Jakarta, kemarin.

Erick bakal berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum dan HAM), serta Kejaksaan Agung untuk kasus ini. Kemenkum dan HAM tengah mengkaji kontrak kerja sama hukum tersebut.

“Kemenkum dan HAM membantu kami dalam melakukan revisi kontrak melalui mutual legal assistance,” kata Erick.

Erick menyebut dukungan ini bagian dari prinsip good corporate governance atau tata kelola perusahaan yang baik. Sejak awal menjabat, Erick berkomitmen perusahaan pelat merah harus transparan. Garuda Indonesia pun sudah menggandeng KPK untuk bersih-bersih lembaga dari potensi korupsi. (P-5)