BUMN Didorong Serap Hasil Perikanan

 

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong kementerian/lembaga dan badan usaha milik negara (BUMN) untuk menyerap hasil tangkapan nelayan dan pelaku usaha lainnya di sektor kelautan dan perikanan.

Langkah itu dilakukan lantaran pasar dalam negeri dan ekspor saat ini tidak mampu menyerap tangkapan nelayan.

“Untuk menyerap produk perikanan KKP berkoordinasi dengan kementerian/lembaga lain dan juga menggandeng BUMN untuk menjamin pembelian
hasil laut nelayan,” papar Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Muhammad Zaini dalam webinar bertajuk Solusi Pembiayaan dan Pemasaran Perikanan di Tengah Pandemi, kemarin.

Zaini mengatakan produk perikanan saat ini mengalami kelebihan supply lantaran menurunnya penyerapan akibat pandemi covid-19. Ini membuat harga jual produk perikanan anjlok.

Untuk itu, Zaini berharap kementerian/lembaga dan BUMN dapat menyerap hasil laut tangkapan nelayan juga pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan lainnya. “Ini supaya kegiatan usaha di sektor kelautan dan perikanan tetap berkesinambungan,” tambahnya.

Saat ini, jumlah total nelayan mencapai 2,3 juta jiwa dan pembudi daya ikan hampir mencapai 4 juta orang.

Dari jumlah itu, 96% merupakan nelayan kecil dan tradisional.

Pada 2017 hasil tangkapan tuna sebesar 6,5 juta ton dengan estimasi stok sebesar 12,5 juta ton dan target peningkatan ekspor dari US$700 juta pada 2018 menjadi US$1,5 miliar pada 2024, sedangkan budi daya ikan dan udang dengan target peningkatan ekspor udang dari US$1,2 miliar pada 2018 menjadi US$3 miliar pada 2020.

Namun, pandemi covid-19 memberikan dampak mendalam karena meningkatnya produksi nelayan dan pembudidaya ikan disambut ketidakpastian penyerapan serta rendahnya daya beli produk ikan.

Dalam menanggapi permintaan KKP itu, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah menyatakan pihaknya terus berupaya memfasilitasi penjualan hasil produk ikan dari nelayan dan budi daya ikan di tengah pandemi covid-19 ini.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Victoria br Simanungkalit, mengatakan perikanan
merupakan komoditas prioritas dalam mengembangkan koperasi dan UKM. (Iam/E-3)