Cabor Selektif Pilih Kejuaraan

SEJUMLAH kejuaraan termasuk Olimpiade Tokyo yang mundur akibat pandemi virus korona (covid-19) membuat jadwal pertandingan akan padat pada 2021. Kondisi itu menjadi tantangan bagi induk cabang olahraga (cabor) dalam memilah kejuaraan yang akan mereka ikuti.

Selain Olimpiade, multiajang kejuaraan di 2021, yakni Asian Martial Indoor Games (AIMAG), Asian Winter Games, Asian Youth Games, Islamic Solidarity Games (ISG), SEA Games di Vietnam, serta Indonesia menjadi tuan rumah gelaran sepak bola Piala Dunia U-20. Belum lagi ada kejuaraan yang diikuti dari federasi internasional cabor masing-masing.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani), Illiza Sa’aduddin Djamal, mengatakan kondisi itu membuat cabor harus bisa memilah mana kejuaraan yang diprioritaskan untuk diikuti.

Baginya, atlet Perpani akan memprioritaskan kejuaraan yang sudah mempunyai peluang lolos dan berpeluang menjadi juara. “Bagi kami, kejuaraan yang bisa meloloskan atlet ke Olimpiade, itu yang akan kami fokuskan. Ini mengingat menumpuknya kejuaraan di tahun depan,” kata Illiza kepada Media Indonesia, kemarin.

Di Olimpiade Tokyo yang digelar pada 23 Juli-8 Agustus 2021, PB Perpani sudah meraih dua tiket melalui Riau Ega Agatha dan Dianda Coirunissa untuk nomor recurve perseorangan putra dan putri.

PB Perpani juga mengincar tambahan di nomor recurve beregu putra dan putri, serta campuran. “Dari sisi anggaran pelatnas juga kan bisa dimaksimalkan. Artinya, kejuaraan yang berpeluang untuk lolos ataupun juara itu yang kami fokuskan,” jelasnya.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Achmad Budiharto mengatakan untuk mengantisipasi jadwal yang padat di tahun depan, perlu mengatur ulang program latihan serta kuota pengiriman atlet ke setiap kejuaraan.

PP PBSI saat ini masih menunggu jadwal terbaru yang dibuat Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Beberapa kejuaraan ditunda akibat pandemi covid-19, salah satunya Indonesia Terbuka 2020.

“Pasti akan ada penyesuaian. Dengan situasi seperti ini, kami akan menentukan mana yang menjadi skala prioritas,” jelas Budiharto.

Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewa Broto mangatakan akan berkoordinasi dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) serta induk cabor untuk membicarakan padatnya jadwal di tahun depan.

Salah satunya, soal penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua yang jika dibatalkan hingga tahun depan karena covid-19. Gatot mengatakan jika PON ditunda, kemungkinan akan dijadwalkan ulang ke Maret 2021 agar tidak bentrok dengan kejuaraan lainnya.

Tunda PON Papua

Penundaan PON Papua yang sebelumnya dijadwalkan 20 Oktober hingga 2 November 2020, telah disuarakan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). 

Komisi X DPR RI menyatakan sepakat mengusulkan kepada pemerintah agar PON Papua ditunda dan dilangsungkan tahun depan. Beberapa cabor juga mendukung, seperti PB PBSI, PB Perpani, serta Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI). Penundaan itu demi keselamatan atlet karena pandemi korona belum reda, selain persiapan atlet yang tidak maksimal.

Dukungan penundaan PON juga dilontaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur. “Kalau saya bilang sih ditunda karena situasinya tidak memungkinkan. Artinya, kalau memang keselamatan (atlet) tidak terjamin, ya ditunda,” kata Wakil Ketua KONI Jawa Timur M Nabil, Kamis (9/4). (R-2)