Cegah Kerumunan Sebatas Imbauan

 

KASUS positif covid-19 di Tanah Air yang masih terus meningkat perlu diwaspadai. Pada Jumat (13/11), kasus baru covid-19 menembus rekor tertinggi, yaitu 5.444 kasus dan kemarin ada 5.272 kasus. Kasus ini diduga akibat dampak libur panjang lalu dan masih terjadinya kerumunan yang mengabaikan protokol kesehatan.

Untuk itu, Satgas Penanganan Covid-19 mengimbau masyarakat luas untuk mencegah terjadinya kerumunan di ruang publik. Meskipun kondisi pandemi covid-19 di Indonesia berangsur membaik implementasi protokol kesehatan harus tetap ditegakkan.

"Jangan sekali-kali kita melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan dan berpotensi menjadi tempat penularan covid-19 kepada anggota masyarakat lainnya. Kita harus bertanggung jawab antara satu sama lain," kata Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito, di Jakarta, kemarin.

Wiku menegaskan, di tengah kondisi saat ini, masyarakat tidak boleh lalai guna terus menekan laju penyebaran covid-19.

"Jangan biarkan jerih payah kita selama 8 bulan ini sirna begitu saja karena kelengahan kita," tegas Wiku.

Kapolri Jenderal Idham Azis menyebut pihaknya telah menerima laporan sejumlah kerumunan tanpa protokol kesehatan. Kerumunan tanpa menjaga protokol kesehatan, menurutnya, telah menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Beberapa kerumunan massa tanpa protokol kesehatan menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat. Seperti yang disampaikan warga ataupun organisasi masyarakat melalui berbagai media," kata Idham kepada wartawan, kemarin.

Kapolri meminta masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan agar terhindari dari penularan covid-19.

''Dalam suasana pandemi covid-19 yang melanda Indonesia saat ini, saya mengimbau semua pihak mematuhi protokol kesehatan dengan senantiasa memakai masker, jaga jarak aman dengan orang lain, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan massa,'' katanya.

Kapolri menambahkan, jika semua komponen masyarakat tanpa kecuali disiplin mematuhi protokol kesehatan, Indonesia bisa terbebas dari penyebaran covid-19.

''Hanya dengan disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan, kita akan terhindar dari (penularan) covid-19,'' tegasnya.

 

Tindak tegas

Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah mengingatkan pengorbanan masyarakat luas dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan harus tetap dijaga dan dihargai.

Trubus mengharapkan pemerintah bertindak tegas dengan menegakkan sanksi bagi siapa pun yang menciptakan kerumunan tanpa menerapkan protokol kesehatan. Masa transisi kenormalan baru saat ini bukan berarti meninggalkan protokol kesehatan.

"Kalau begini akuntabilitas pelayanan publik pemerintah sangat buruk. Artinya, pemerintah loyo dengan kelompok dan golongan tertentu,'' ujarnya ketika dihubungi kemarin.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Maarif Institute Abd Rohim Ghazali menegaskan, untuk mencegah lonjakan penularan covid-19 di Indonesia, dibutuhkan otak yang benar-benar waras.

"Dari kewarasan akan tumbuh kesadaran bagaimana cara yang tepat menghindari covid-19," ujar Abd Rohim Ghazali saat dihubungi tadi malam.

Dia meminta pemerintah jangan ragu bertindak tegas terhadap pelanggar protokol kesehatan. "Aparat harus bertindak tanpa pandang bulu," ujar mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah ini. (Hld/Ykb/Sru/Tri/X-10)