Copot Kepala LP Tangerang dan Kakanwilkumham

 

MENTERI Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum dan HAM) Yasonna Laoly diminta mencopot Kepala LP Tangerang Jumadi dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil Kemenkum dan HAM) Banten Andika Dwi Prasetya. Keduanya dinilai bertanggung jawab atas pelarian Cai Changpan, terpidana hukuman mati kasus narkotika.

“Mereka yang paling bertanggung jawab,” kata Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni.

Bendahara Umum DPP Partai NasDem itu mengatakan Komisi III akan terus mengawasi kasus pelarian Cai Changpan. Aparat terkait diharapkan bisa segera meringkus Cai Changpan. “Semoga dalam waktu dekat tertangkap, biar sekalian tahu siapa yang membantunya kabur,” ungkap dia.

Anggota Komisi III Sarifuddin Sudding menilai pelarian Cai Changpan sudah sangat terencana. Dia meyakini pelarian Cai Changpan tak hanya melibatkan petugas biasa. “Sepertinya sudah dirancang dengan baik. Pastinya untuk hal itu melibatkan banyak pihak,” kata Sudding.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu meminta peme- rintah tidak melindungi pejabat teras dalam kasus pelarian ini. Jangan sampai hanya petugas penjaga yang dikorbankan dalam kasus ini.

Seperti diketahui terpidana hukuman mati Cai Changpan kabur dari tahanannya. Pelarian ini mengakibatkan empat pegawai dan seorang kepala keamanan LP Tangerang dicopot.

Setelah kabur, Cai Changpan alias Cai Ji Fan, 53, sempat menemui istrinya dan memasuki permukiman warga di Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hal tersebut dikuatkan dari keterangan beberapa warga yang melihat dan menyampaikan kepada Ketua RT 01 Desa Cilaku, Pendi, 67.

“Cai Changpan sempat pulang kerumah istrinya yang berada di Desa Cilaku, Senin (5/10) pagi. Namun, saya tidak melihat dia karena ketika dia pulang hanya mampir sebentar,” kata Pendi.

Pendi mengaku Cai Changpan baru setahun menempati rumah di Desa Cilaku lantaran rumah yang ditempati istrinya baru selesai dibangun. Menurut dia, Cai Changpan mempunyai usaha pembakaran ban yang saat ini dikelola pegawainya dan istrinya.

Setiap hari yang sering mengurus usahanya itu karyawannya karena keluarganya jarang ke tempat usahanya. “Dari dulu juga dia jarang datang ke rumah yang baru ini,” jelasnya.

Kepala Dusun 02 Desa Babakan, Kecamatan Tenjo, Ratim, membenarkan kesaksian dari warganya yang melihat Cai Changpan membeli sesuatu di warung dan sempat mengobrol bersama petani di sebuah saung di perkebunan singkong. Kemudian, pihaknya memberi tahu petugas keamanan dan dilakukan pengejaran terhadap Cai Changpan. (Dhk/Medcom.id/P-1)