Curi Ikan, Dua Kapal Berbendera Malaysia Diringkus

 

KAPAL-kapal asing pencuri ikan di perairan Indonesia terus marak, meski patroli ditingkatkan. Pada Selasa (17/11), misalnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali meringkus pelaku illegal fishing berbendera Malaysia di perairan Selat Malaka.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tb. Haeru Ra hayu menyebutkan kapal dengan nomor KM.KHF 1923 tersebut berhasil dicegat KP HIU 08 milik KKP saat sedang menangkap ikan secara ilegal pada titik koordinat 03° 00,491’ Lintang Utara (LU) – 100° 43,318’ Bujur Timur (BT).

“Semangat pantang menyerah jajaran kami lagilagi membuahkan hasil. Satu lagi berhasil ditangkap kapal ikan asing (KIA) berbendera Malaysia,” ujarnya dikutip dari siaran pers, kemarin.

Haeru menambahkan dari kapal tersebut, petugas menangkap Nai Hlaing, nakhoda kapal beserta 3 anak buah kapal (ABK) yang semuanya warga Myanmar.

Kepala Stasiun PSDKP Belawan Andri Fachrulsyah menyampaikan, intensitas operasi di Selat Malaka memang sedang digenjot mengingat pihaknya menerima informasi keberadaan kapal asing yang mencuri ikan.

Tercatat, sejak akhir Oktober 2019 hingga saat ini, KKP telah menangkap 81 kapal ikan dengan rincian 62 kapal ikan asing yang terdiri dari 27 KIA berbendera Vietnam, 16 KIA berbendera Filipina, 18 KIA berbendera Malaysia, dan 1 KIA berbendera Taiwan.

Secara terpisah, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bertolak ke Amerika Serikat untuk memperkuat kerja sama bidang kelautan dan perikanan, khususnya budi daya udang. Edhy bakal mengunjungi Oceanic Institute (OI) di Honolulu, Negara Bagian Hawaii.

Sekretaris Jenderal KKP Antam Novambar menuturkan lembaga itu memiliki teknologi dan para ahli yang mumpuni di sektor budi daya berkelanjutan, khususnya spesies udang. (Mir/Ins/E-3)