Daerah Diminta Reaktivasi Posko

 

KETUA Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta seluruh pemangku kebijakan di daerah untuk mengaktifkan kembali posko-posko covid-19 guna meningkatkan kedisiplinan masyarakat di tingkat kelurahan hingga mencakup RW dan RT. Hal itu penting karena adanya perubahan perilaku masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan sudah mulai kendor.

Satgas menilai hal tersebut menjadi penyebab angka kasus covid-19 kembali naik di sejumlah daerah dalam beberapa bulan terakhir ini.

"Jadi mohon berkenan tahun anggaran baru, bapak dan ibu bupati, wali kota dan juga gubernur bisa mengalokasikan dana untuk tersedianya posko, mulai dari tingkat provinsi sampai dengan paling tidak tingkat kelurahan. Syukur kalau anggarannya cukup bisa sampai tingkat RT dan RW," ujar Doni dalam Rapat Rencana Sosialisasi Program Vaksinasi Tahun 2021 di Jakarta, kemarin.

Doni optimistis apabila hal tersebut dapat dilakukan, kasus aktif yang selama ini selalu meningkat kemudian dapat ditekan kembali. Kunci dari keberhasilan dalam rangka memutus rantai penularan covid-19 ialah peran serta masyarakat sebagai garda terdepan.

Pentingnya sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah itu juga ditekankan oleh Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene.

"Perlu penanganan yang tidak biasa. Sudah tidak bisa dengan hanya imbauan 3M lagi, tapi pemerintah harus melakukan lompatan. Misalnya dengan lockdown parsial," katanya kemarin.

Kegelisahan Legislator NasDem itu karena penularan covid 19 belum ada tanda-tanda menurun. Dengan lockdown parsial, katanya, akan memaksimalkan peran pemda mengurangi penularan dan pengadaan faskes.

Kerja sama antarlembaga juga disoroti wakil rakyat dari dapil Sulawesi Utara ini. Ia mengatakan pusat melalui Kemendagri harus mampu menggerakkan pemda untuk serius mengatasi angka penularan dengan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat. (Ata/OL/H-1)