Daerah Mematangkan Rencana Vaksinasi

 

HITUNG-HITUNG vaksinasi sudah mulai disiapkan daerah. Di Bangka Belitung, misalnya, dari total penduduk sekitar 1,5 juta, Kementerian Kesehatan sudah mengisyaratkan akan menggulirkan vaksin sebanyak 1,1 juta.

“Kami akan mengutamakan masyarakat kelompok rentan pada rentang usia 18-59 tahun. Mereka ialah tenaga kesehatan dan petugas pendukungnya, anggota TNI, Polri, dan anggota BPJS penerima bantuan iuran,” kata Sekretaris Satgas Covid-19 Bangka Belitung, Mikron Antariksa, kemarin.

Selain mereka, vaksin dibe­rikan kepada petugas pelayanan publik dan anggota Satpol PP.

Mikron menambahkan, vaksinasi akan dilakukan bertahap mulai bulan ini. Vaksin berasal dari tiga sumber, yakni Sinovac Tiongkok yang bekerja sama dengan Bio Farma; Sinopharm dari Uni Emirat Arab yang kerja bareng dengan Kimia Farma, serta Genoxine Korea Selatan yang merangkul  Kalbe Farma. “Saya pernah positif covid-19. Saya siap menjadi yang pertama untuk divaksinasi,” ujar Mikron.

Di Sulawesi Selatan, Kepala Dinas Kesehatan Ichsan Mustari juga mengaku terus mendata. “Siapa saja, kami masih diskusikan. Yang pasti, tenaga kesehatan akan jadi prioritas.”

Dia menambahkan, selain pendataan, dilakukan pelatihan kepada tenaga kesehatan yang akan melakukan vaksinasi kepada masyarakat. Pelatihan sudah dilakukan Kementerian Kesehatan dan sudah mencapai tujuh angkatan. Vaksinasi akan dilakukan di rumah sakit dan puskesmas yang telah ditentukan.

Di Jakarta, Juru Bicara Satgas Covid-19 Prof Wiku Adi­sasmito memastikan pemerintah akan menyediakan vaksin yang terbukti aman dan sudah lolos uji klinis. “Karena itu, masyarakat tidak perlu resah dan khawatir.”

Saat ini, ada sejumlah vaksin potensial yang sedang dikembangkan dan telah masuk uji klinis fase 3. (RF/LN/N-2)