Dana Bantuan Air Bersih sudah Habis

 

KEKERINGAN terus meluas di Jawa Timur. Tahun lalu, ada 566 desa mengalami krisis air bersih. Tahun ini, jumlahnya bertambah menjadi 600 desa lebih.

“Potensi kekeringan bisa terjadi di 1.045 desa yang tersebar di 274 kecamatan pada 31 kabupaten dan kota. Namun, dari jumlah itu, tahun ini 600 desa lebih mengalami kondisi paling kritis,” ujar tenaga ahli kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Suban Wahyudiono, di Surabaya, kemarin.

Warga terdampak diperhitungkan mencapai 394 ribu kepala keluarga atau 1,4 juta jiwa. “Daerah kering kritis ini kebanyakan terletak di dataran tinggi. Warga sangat sulit untuk mencari sumber air karena kedalaman air tanah mencapai 400 meter lebih,” tambahnya.

Kondisi itu juga tidak tertolong dengan program pipanisasi. Untuk menarik air dari sumber terdekat bisa mencapai jarak hingga 20 kilometer. Saat ini beberapa BPBD kabupaten sudah kehabisan anggaran untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat. BPBD Jatim berjanji akan membantu mengatasinya.

Sejumlah daerah di Jawa Tengah juga mengalami kondisi serupa. Di Kabupaten Banyumas ada 6 desa yang tersebar di 6 kecamatan sudah mengalami krisis air bersih.

“Keenam desa itu sudah membutuhkan bantuan air bersih. Tahun ini, karena masih ada hujan, stok air bersih masih mencukupi untuk menyuplai kebutuhan warga,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Titik Puji Astuti.

Kemarau tahun ini bagi Banyumas lebih ringan daripada tahun lalu. Saat itu, ada 55 desa yang tersebar di 19 kecamatan mengalami krisis air bersih.

Tahun ini tugas Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan di sejumlah daerah juga tidak seberat tahun lalu. Namun, satgas tidak mau terlena.

Di Kabupaten Tanjungjabung Barat, Jambi, misalnya, kesiapsiagaan terus dilakukan. Untuk menjaga kedisiplinan tim, Kapolres Tanjungjabung Barat AKB Guntur Saputro pun berkeliling mendatangi posko karhutla.

Kemarin, giliran posko di Bumi Perkemahan Muntialo, Kecamatan Betara, yang didatangi Guntur. Ia puas karena dalam kunjungan mendadak itu ia melihat aparat berjaga dengan disiplin dan peralatan di posko juga lengkap.

“Dengan kondisi yang kami temukan ini, kami yakin kerja posko akan efektif dan berhasil mengeleminasi potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan,” jelas Guntur.

Sebulan terakhir ada 10 titik api yang muncul di sekitar Betara. Seluruhnya bisa dipadamkan dengan cepat oleh tim gabungan di posko tersebut. Posko karhutla di Betara melibatkan TNI, Polri, BPBD, Dinas Kehutanan, Manggala Agni, Dinas Kesehatan, dan PT Wirakarya Sakti. (FL/LD/SL/N-2)