Dari Jalur Rempah hingga BLU Museum

 

REKONSTRUKSI jalur rempah menjadi salah satu dari 6 program prioritas Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada 2021.

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid mengungkapkan hal itu dalam Taklimat Media Program 2021 Ditjen Kebudayaan secara virtual, kemarin. “Fokusnya dititikberatkan kepada rekonstruksi jalur rempah untuk mendukung penetapannya sebagai World Heritage,” demikian kata Hilmar.

Sebagai langkah mewujudkan itu, sebelumnya Kemendikbud telah meluncurkan website tentang jalur rempah yang bisa diakses di https://jalurrempah.kemdikbud.go.id.

Jika pada 2020 fokus jalur rempah adalah pembuatan peta dan melihat potensi serta upaya kolaborasi untuk mengangkat jalur rempah, ujar Hilmar, tahun ini direncanakan sebuah misi pelayaran dengan bekerja sama dengan Angkatan Laut.

“Nantinya akan mengarungi sejumlah titik, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Rencana ini akan dilakukan pertengahan tahun, mengikuti perkembangan pandemi,” bebernya.

Selain jalur rempah, lima program prioritas lainnya ialah desa pemajuan kebudayaan, repatriasi cagar budaya, media kebudayaan, advokasi masyarakat adat, dan badan layanan umum (BLU) museum. “Pemanfaatan cagar budaya lebih jauh dapat ditemui di program Museum Nasional Indonesia (MNI) sebagai BLU,” kata Hilmar.

Menurut dia pengonversian MNI sebagai BLU tidak lepas dari banyaknya potensi penerimaan negara bukan pajak (PNBP), potensi kerja sama yang luas, peluang inovasi dalam pengelolaan CB, dan tingginya minat masyarakat dalam mengembangkan kemitraan pengelolaan CB dan museum.

Sebelumnya, Mendikbud Nadiem Anwar Makarim menyebutkan alasan pembentukan BLU museum pada 2021 karena lemahnya manajemen kelembagaan museum di Indonesia. Bahwa hanya 39 museum dari 439 museum (8%) yang memenuhi standar sebagai museum tipe A menjadi bukti riilnya.

Dampak pandemi

Terkait dengan situasi pandemi covid-19 yang masih berlangsung, Ditjen Kebudayaan mengandalkan program Media Budaya, sebuah saluran yang dikhususkan untuk menayangkan konten-konten kebudayaan. Penyaluran bantuan juga telah diberikan kepada 196 seniman/budayawan yang terdampak pandemi, dari total proposal yang masuk sebanyak 3.427.

Pandemi yang berkepanjangan juga menjadi alasan diperpanjangnya bantuan uang kuliah tunggal (UKT) kepada mahasiswa terdampak. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam menyampaikan bantuan UKT mahasiswa diperpanjang hingga semester genap 2021. “Bantuan uang kuliah untuk semester ini masih diberikan,” ungkapnya.

Dalam menanggapi keluhan Kopertis soal hampir 50% mahasiswa tidak sanggup membayar UKT, Nizam menyayangkan hal itu. Sebab, menurutnya, masih banyak perguruan tinggi yang tidak melaporkan data mahasiswanya.

“Tahun lalu bantuan uang kuliah masih banyak yang tidak dimanfaatkan. Anggaran yang tidak terserap itu hangus, tidak dapat diluncurkan lintas tahun anggaran,” jelasnya. (Van/H-2)