Dengan Alquran Braille, Mereka Bertadarus

 

INDAHNYA Ramadan dirasakan semua umat Islam di mana pun berada. Waktu yang dijanjikan Allah, akan melipatgandakan pahala umatnya yang beribadah dengan sungguh-sungguh dan ikhlas.

Umat Islam akan merugi jika menyia-nyiakan Ramadan untuk beribadah. Untuk memanfaatkan Ramadan, para penyandang tunanetra yang diasuh Yayasan Al-Hikmah di Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, mengisinya dengan tadarus Alquran braille.

Di tengah pandemi covid-19 dan keterbatasan, mereka tetap mengisi kekhidmatan selama Ramadan sebagai cara lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mereka pun patuh dengan anjuran pemerintah. Tidak berkerumun, tetapi pengajian digelar dengan memanfaatkan aplikasi daring.

"Penyebaran virus korona membuat kita tidak bisa berbuat banyak. Sekarang ini waktunya untuk mendekatkan diri kepada sang Maha Pencipta. Karena Dia lah selama ini yang memiliki segalanya, terutama di bulan Ramadan dengan banyak keberkahan. Kita juga berdoa agar wabah virus korona secepatnya hilang," kata Mamat, 57, penyandang tunanetra, kemarin.

Mamat mengaku sebelumnya penglihatannya normal. Menginjak usia 6 tahun dia perlahan, tetapi pasti mengalami kebutaan. "Allah telah berkata lain dan sampai sekarang saya tetap mensyukuri nikmat yang ada," ujarnya.

Tak lupa Mamat juga meminta saudara-saudaranya penyandang tunanetra agar tidak putus asa dalam menjalankan ibadah ini. Apalagi, penyebaran virus korona yang terjadi sekarang harus tetap diperangi bersama-sama.

"Salah satu caranya dengan mendekatkan diri kepada Allah, dan bagi umat Islam harus membaca tadarus Alquran dan zikir untuk memperjuangkan syiar Islam," ujarnya.

Yayasan Al-Hikmah setiap tahun selalu menggelar pengajian tadarus Alquran diikuti ratusan penyandang tunanetra dari berbagai wilayah di Indonesia.

"Kami selalu tadarusan membaca Alquran dan ratusan peserta yang tergabung dalam Yayasan Louise Braille Indonesia selama ini siap mendengarkan dan mereka juga segera membuka Alquran. Kami juga selama ini memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertanya, diskusi mengenai surat yang telah dibacanya agar ada wawasan terutama di masa depan nanti," ujar perwakilan dari Yayasan Al Hikmah.

Meski tadarus bersama dilakukan secara daring, tidak menghilangkan kehikmahannya. Mamat dan beberapa rekannya di Yayasan Al Hikmah tampak khusyuk sambil meraba Alquran braille mengikuti bacaan surat-surat suci yang dialunkan peserta secara bergiliran. (Kristiadi/H-1)