Distribusi Bansos Terus Diperbaiki

 

KEMENTERIAN Sosial memperbaiki skema distribusi bantuan sosial tahun 2021 untuk memastikan bantuan diterima utuh sesuai instruksi Presiden Joko Widodo.

“Kita evaluasi, laporan dari bank dan kantor pos berupa sidik jari, tanda tangan dan foto penerima bantuan. Kalau dulu, tidak ada fotonya,” kata Menteri Sosial Tri Rismaharini di Balai Rehabilitasi Sosial Pangudi Luhur Bekasi, kemarin.

Risma mengaku penyaluran bantuan tunai tahun ini langsung diterima lewat PT Pos Indonesia serta Himpunan Bank Negara (Himbara) kepada sedikitnya 10 juta penerima melalui akses data kependudukan. Pencairan sudah mulai sejak 4 Januari. “PT Pos door to door yang Himbara saya minta lansia, sakit, dan disabilitas itu door to door juga, bank mungkin kesulitan, tetapi kemarin kami sudah komunikasi dengan Kementerian BUMN, akan diserahkan ke PT Pos dari bank,” katanya.

Perbaikan skema itu, kata Risma, juga bertujuan untuk mengawal penerima bantuan agar benar-benar mampu keluar dari status kemiskinan.

Di masa pandemi covid 19 ini, bantuan tunai Program Keluarga Harapan (PKH) sangat dirasakan dalam membantu perekonomian keluarga dan untuk mencukupi berbagai kebutuhan lainnya. Seperti disampaikan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH dari Kabupaten Karawang, Mumun Maemunan, 52, yang menerima bantuan tunai PKH karena memiliki kategori anak disabilitas.

“Bantuan digunakan untuk obatobat ringan, biaya pulsa untuk belajar di rumah. Kebutuhan untuk anak perempuan juga, kan sudah gadis dia,” ujarnya saat dikunjungi Direktur Jaminan Sosial Keluarga Kemensos Rachmat Koesnadi untuk memastikan bantuan tunai PKH tepat sasaran dan tepat jumlah.

Mumun yang memiliki dua anak semuanya disablitas itu mengaku menerima bantuan PKH dari 2016. Dia pun merasa sangat terbantu dalam kondisi ekonomi seperti ini ada bantuan untuk anak disabilitas yang butuh perhatian khusus.

Memiliki anak disabilitas, katanya, membutuhkan perlakuan yang beda dan biaya yang banyak. “Jujur kebutuhannya kan lain, perlakuannya juga lain.”

Buka akses

Dengan didampingi Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos Harry Hikmat, Mensos kemarin juga mengantar langsung 5 orang pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS) di Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi untuk memulai kerja di Grand Kamala Lagoon, Bekasi. Risma membuka akses pekerjaan kepada PPKS yang beberapa hari lalu ia temui di wilayah DKI Jakarta.

Risma mengungkapkan dirinya menemukan para PPKS di beberapa wilayah di DKI Jakarta. “Saya berangkat kerja pasti setiap hari akan berubah lokasi keberangkatan. Pun ketika ketemu warga telantar, saya punya kewajiban untuk membantu,” ungkapnya.

Kelima PPKS tersebut ialah M Faisal yang ditemukan di Pasar Baru pada 4 Januari, Roni Adnan yang merupakan rujukan dari Dinas Sosial Kabupaten Subang pada 5 Januari, Muhamad Rohim ditemukan di Jl Salemba Jakarta Pusat pada 6 Januari, Firman Utina dan Irman Yuda yang ditemukan di Stasiun Manggarai pada 6 Januari. (Ant/H-1)