Diversifikasi Jalur Distribusi Penting

 

Memiliki berbagai saluran guna menjangkau nasabah menjadi hal yang sangat penting bagi pelaku industri asuran­si di tengah pandemi covid-19.

Presiden Direktur & CEO PT Asuransi Cigna Philip Reynolds mengatakan kegiatan keagenan sempat terganggu karena orang menghindar untuk melakukan tatap muka. Untuk itu dibutuhkan saluran lain berupa digital dan telemarketing. Saluran digital juga berguna bagi nasabah untuk tetap bisa berinteraksi dengan perusahaan dalam hal pengajuan klaim dan lainnya.

Cigna Indonesia, tuturnya, mengedepankan integrasi beragam saluran distribusi untuk memenuhi kebutuhan nasabah dan calon nasabahnya. Karena itu, walaupun cukup unggul di saluran distribusi telemarketing, Cigna Indonesia juga menyediakan saluran distribusi keagenan dan digital.

‘Hal ini penting karena konsumen itu terus bergerak dan dinamis. Mereka membutuhkan banyak informasi,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Philips Reynolds mengutarakan asuransi adalah bisnis jangka panjang yang mengandalkan kepercayaan nasabah. Sebab, nasabah mempercayakan masa depan mereka ke perusahaan asuransi. Oleh karena itu, Cigna dari waktu ke waktu terus memperbaiki sistem pendukungnya agar bisa memberikan kenyamanan bagi karyawan dalam melayani nasabah dengan lebih baik.

Saat ini Cigna Indonesia melayani 1,2 juta nasabah. Rasio tingkat solvabilitas atau RBC (risk based capital) Cigna Indonesia pada akhir tahun 2019, tercatat sebesar 269 % jauh di atas peraturan pemerintah sebesar 120%.

Deputi Komisioner Pengawas IKNB II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Moch Ihsanudin berharap industri asuransi nasional dapat memanfaatkan peluang digitalisasi di tengah pandemi.  Aktifnya masyarakat Indonesia dalam berkomunikasi melalui telepon seluler menjadi peluang. Apalagi berdasarkan data, pengguna telepon seluler di Indonesia mencapai 338 juta nomor aktif.

Berdasarkan fenomena tersebut, Ihsanudin menilai industri asuransi bisa menjadikannya sebuah peluang untuk makin mengembangkan bisnis ke arah digital atau insurance technology (insurtech). (Hde/E-1)