Dukung Ketahanan Pangan, BNI Uji Coba Smart Farming

 

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk melakukan uji coba pertanian pintar atau smart farming di lima provinsi Tanah Air untuk mendukung keta­hanan pangan nasional.

Direktur Bisnis UMKM BNI Muhammad Iqbal dalam siaran pers di Jakarta, kemarin, menjelaskan program itu lebih menekankan nilai tambah BNI dalam memastikan petani mendapatkan akses pembiayaan murah dan mudah, disertai pendampingan dengan memanfaatkan teknologi digital selama proses budi daya.

Uji coba itu diadakan di enam titik di lima provinsi yakni Sumatra Barat, Sumatra Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Program BNI Smart Farming, kata dia, bertujuan agar petani mendapatkan rekomendasi sistem pertanian yang tepat mulai dari pemupukan yang presisi hingga penanganan hama dan panen.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Desember 2020 mencapai 103,25 atau naik 0,37% dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP tersebut disebutkan karena indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 0,82%, lebih tinggi daripada kenaik­an indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,44%.

“Secara nasional, NTP Januari–Desember 2020 sebesar 101,65 dengan nilai It sebesar 107,46 sedangkan Ib sebesar 105,72,” ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam keterangan pers Kementerian Pertanian kemarin.

Suhariyanto menyampaikan pada Desember 2020, NTP Provinsi Riau mengalami kenaikan tertinggi dengan 2,37% jika dibandingkan dengan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Aceh mengalami penurunan sebesar 1,12% daripada penurunan NTP provinsi lainnya.

Sebagai informasi, NTP adalah salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. NTP dikatakan sebagai penunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani.

Lebih lanjut, Suhariyanto mengatakan adanya kenaikan pada nilai tukar usaha rumah tangga pertanian (NTUP) nasional Desember 2020, yakni sebesar 104,00 atau naik 0,70% dibanding NTUP bulan sebelumnya. (Ins/Ant/E-3)