Efisiensi Akali Dana Terpangkas

PENGURUS Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) menyiapkan program untuk melakukan efisiensi penggunaan dana pelatnas yang terbatas.

Hal itu dilakukan sehubungan dengan adanya realokasi dan refocusing anggaran Kemenpora untuk penanggulangan virus korona baru (covid-19). Kemenpora sudah menggelontorkan total dana fasilitas pelatnas sebesar Rp161,5 miliar. Setiap induk
organisasi cabang olahraga hanya menerima dana pelatnas sebesar 70% tanpa ada tambahan. Kemenpora sudah menggelontorkan total dana fasilitas pelatnas sebesar Rp161,5 miliar.

“Dengan kondisi saat ini siapa yang tidak melakukan efisiensi? Artinya, kalaupun masih ada Pak Bob Hasan yang membantu pun
tetap akan efisiensi dengan keadaan sekarang,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB PASI Tigor Tanjung, seperti dilaporkan Antara, kemarin.

Program efi siensi yang dilakukan, antara lain pertimbangan mengembalikan atlet-atlet junior dari pelatnas untuk dibina pengurus provinsi. Sejak awal April, PASI memutuskan untuk tidak melakukan pemusatan latihan di Jakarta akibat kekhawatiran virus korona. Seluruh atlet sudah dipulangkan ke daerah masing-masing dengan tetap dibekali program latihan.

Dengan penundaan Olimpiade Tokyo, Tigor memastikan bahwa PASI akan tetap melanjutkan program meski kemungkinan tidak akan
memperoleh hasil yang maksimal. Di sisi lain, penundaan PON Papua menjadi Oktober 2021 atau mundur setahun, harus disikapi positif karena untuk keselamatan atlet. Padatnya jadwal memang harus disikapi bijak dan akan dirumuskan atlet dan pelatih.

“Yang terpenting keputusan penundaan demi keselamatan atlet,” kata Tigor. Lifter Eko Yuli Irawan di Jakarta, kemarin, menyatakan memiliki strategi tersendiri menghadapi jadwal padat tahun depan mulai Olimpiade di bulan Juli, kemudian PON Papua, hingga SEA Games Vietnam di akhir November.

“Tapi kami serahkan ke pelatih bagaimana ke depan,” kata Eko Yuli yang menjadi andalan untuk meraih medali di Olimpiade Tokyo. (Mal/R-2)