Gelombang Kedua Mengancam Eropa

 

PRESIDEN Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel telah kembali menerapkan lockdown di negara mereka karena ancaman gelombang besar kedua infeksi virus korona sebelum musim dingin.

Kasus baru di Prancis telah melonjak di atas 36.000 setiap hari. Jerman juga mengalami peningkatan kasus secara eksponensial. “Virus itu beredar dengan kecepatan yang bahkan tidak diantisipasi perkiraan yang paling pesimistis,” kata Macron.

Di bawah aturan baru Prancis, warga diminta untuk tinggal di rumah, kecuali untuk membeli barang-barang penting, mencari perhatian medis, atau berolahraga hingga 1 jam sehari. Mereka akan diizinkan untuk bekerja jika tidak memungkinkan melakukan pekerjaan dari rumah.

Sekolah akan tetap buka. Seperti di hari-hari tergelap musim semi, siapa pun yang meninggalkan rumah di Prancis harus membawa dokumen yang membenarkan berada di luar, yang dapat diperiksa polisi.

Sementara itu, Jerman akan menutup bar, restoran, dan teater mulai 2-30 November berdasarkan tindakan yang disepakati antara Merkel dan kepala pemerintah daerah. Sekolah akan tetap buka dan toko akan diizinkan beroperasi dengan
batasan akses yang ketat.

Kasus covid-19 di Inggris saat ini juga terus meningkat dengan jumlah kematian yang tinggi dan telah menambah tekanan pada pemerintah untuk mengambil tindakan nasional.

Lonjakan itu menghadirkan tantangan serius bagi strategi pembatasan lokal oleh Perdana Menteri Boris Johnson di daerah yang paling parah terkena dampak.

Para ilmuwan pemerintah dilaporkan menginginkan peraturan yang lebih ketat karena kemungkinan munculnya 25.000 pasien covid-19 di rumah sakit pada akhir November. Namun, banyak pemimpin lokal menolak aturan yang lebih ketat di daerah mereka karena konsekuensi ekonomi yang menghancurkan dan kekhawatiran terhadap kesehatan penduduk.

Kasus di India

India kemarin mencatat rekor baru kasus covid-19, yaitu melewati angka 8 juta. Negara kedua dengan kasus tertinggi di dunia itu pun tengah bersiap menghadapi kemungkinan gelombang kedua menjelang musim dingin dan serangkaian festival keagamaan.

Penguncian ketat yang diberlakukan pada Maret kini secara bertahap telah dikurangi karena pemerintah berusaha menghidupkan kembali ekonomi setelah hilangnya jutaan pekerjaan secara nasional.

Namun, para ahli mengatakan kebijakan itu telah membantu menyebarkan covid-19. (AFP/X-11)