Genjot Pertumbuhan ATPM Bidik Sektor Logistik

 

Tanda-tanda pemulihan ekonomi Indonesia semakin terlihat. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa kondisi terburuk telah terlampaui pada triwulan II 2020.

Sejumlah indikator juga menunjukkan bahwa pemulihan terus terjadi. Neraca perdagangan Indonesia dalam tren perbaikan dan mencatat surplus US$2,44 miliar pada September lalu. Demikian juga purchasing manager’s index (PMI) pada Agustus 2020 tercatat sebesar 51, lebih baik daripada Maret 2020 yakni 28.

Data  menyebutkan, selama pandemi, transaksi e-commerce meningkat 18,1% menjadi 98,3 juta transaksi dengan total nilai transaksinya meningkat 9,9% menjadi Rp20,7 triliun.

Pengamat ekonomi dari Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy memproyeksikan pasar e-commerce di Indonesia mencapai US$50 miliar pada 2025. Berkembangnya e-commerce akan membawa efek multiplier yang dirasakan industri lain, seperti  industri logistik.

Sebagai salah satu agen tunggal pemegang merek (ATPM) Isuzu mencoba membidik sektor logistik. “Kami dari Isuzu mencoba menghadirkan solusi komprehensif dengan meningkatkan produktivitas unit kendaraan yang digunakan pelaku usaha, termasuk sektor logistik,” ujar Presdir Isuzu Astra Motor Indonesia Jap Ernando Demily.

Ada sejumlah hal yang dilakukan Isuzu untuk mendukung produktivitas pelaku usaha mulai dari penyediaan armada yang irit bahan bakar dan siap dengan Euro-4 hingga menyediakan solusi biaya kepemilikan dan operasional yang paling kompetitif.  “Peningkatan produktivitas unit ini penting karena menjadi salah satu kunci untuk menyeimbangkan kenaikan biaya operasional dan investasi,” ujarnya.

Pangsa pasar Isuzu mulai meningkat mulai Juni 2020 dari  25,7% menjadi 28,6% pada Juli. Sedikit melemah di Agustus menjadi 25,1%, kemudian meningkat menjadi 26,3% pada September 2020.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil wholesales di Indonesia berangsur membaik dari 12.623 pada Juni menjadi  48.554 unit per September. (E-1)