GOR Disiapkan untuk Pengungsi Banjir

 

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta memastikan dalam kewaspadaan penuh memasuki musim hujan tahun ini. Tidak hanya karena banjir yang sudah menjadi ancaman tahunan, tetapi juga telah ada prediksi bahwa curah hujan tahun ini akan lebih parah karena efek fenomena La Nina.

Selain itu, saat ini wilayah DKI Jakarta tengah menghadapi pandemi covid-19 sehingga harus menyiapkan jumlah lokasi pengungsian lebih banyak untuk tetap menerapkan protokol kesehatan antarpengungsi.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Penanganan Pengungsi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Wardoyo mengatakan bila
mendesak, pihaknya juga akan menggunakan GOR atau balai warga yang ditetapkan menjadi lokasi rumah karantina warga yang terpapar covid-19 sebagai tempat pengungsian.

Namun, hal itu akan dilakukan bila di lokasi tersebut tidak ada pasien yang sedang diisolasi atau dalam keadaan kosong. “Disesuaikan dengan situasi dan bisa saja dipakai,” kata Wardoyo di Jakarta, kemarin.

Sementara itu, di Jakarta, ada 110 lokasi yang ditetapkan menjadi lokasi isolasi pasien covid-19 tanpa gejala berdasarkan situs resmi corona.jakarta.go.id. Beberapa di antaranya ialah GOR seperti GOR Pancoran dengan kapasitas 350 orang, GOR Kecamatan Tanjung Priok dengan kapasitas 300 orang, GOR Tebet dengan kapasitas 350 orang, GOR Kecamatan Koja dengan kapasitas 200 orang, dan GOR Mampang Prapatan dengan kapasitas 150 orang.

Selain itu, Wardoyo memastikan jajaran lurah dan camat sudah menyiapkan berbagai lokasi menjadi posko pengungsian. “Pengungsian akan menyesuaikan titik banjirnya dan sudah disampaikan ke aparat wilayah/lurah untuk menyiapkan lebih banyak di setiap daerah rawan,” terangnya.

Iapun memastikan, bila banjir menimpa keluarga yang salah satu anggotanya sedang menjalani isolasi mandiri, anggota keluarga itu akan dipisahkan dari keluarga yang lain.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jakarta Timur Hendra Hidayat meninjau lokasi yang kerap banjir di Kompleks Polri Jalan Toga Asri 4 RT 004/RW 05 Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

Hendra menyebutkan, dari hasil peninjauan tersebut, warga RT 010 menginginkan adanya pompa mobil untuk penyedotan saat air luapan sudah naik ke lingkungan warga. “Akan kita upayakan agar mesin itu (pompa mobil) sementara ditempatkan di sini,” katanya.

Tak hanya itu, pihaknya juga menemukan lahan kosong seluas 1 hektare yang berpotensi untuk dijadikan embung, sehingga dapat meminimalisasi banjir yang terjadi di RW 05. Dari temuan tersebut, ia akan melakukan pengajuan pembuatan embung di sana. Sementara itu, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat membangun kolam olakan dan melakukan pelebaran saluran air di Jalan Kedoya Raya.

“Tujuannya agar kolam ini bisa menampung air genangan di Green Garden, kemudian air disalurkan ke saluran Kali Pisang,” ujar Kasudin SDA Jakbar Purwanti Suryandari. (Put/Dmr/J-1)