Gotong Royong Melahirkan Bank Desa

 

MENDIS Jaya ialah satu desa di Kecamatan Bayung Lencir. Ia bukan desa yang dekat dengan pusat pemerintahan Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan.

Mendis Jaya berjarak 13 kilometer dari ibu kota Kecamatan Bayung Lencir, dan puluhan kilometer dari Sekayu, ibu kota Musi Banyuasin.

Kebanyakan penduduk desa ini ialah petani sawit dan karet. Meski dengan tingkat pendidikan beragam, ternyata bagi Jefri KR, sang kepala desa, tidak sulit mengajak warganya bersatu dan bergotong royong. Termasuk di masa pandemi.

Jefri bisa menyatukan potensi warga yang mampu untuk membantu warga kurang mampu. “Semula bentuknya hanya sembako. Warga bisa menabung kebaikan dalam bentuk sumbangan sembako dan bisa diambil warga lain yang membutuhkan,” ujar Jefri.

Lembaga dadakan di masa covid-19 itu dalam perjalanan dinamakan Bank Covid-19. Organisasi ini digerakkan di salah satu sudut kantor Kepala Desa Mendis Jaya.

Setelah tiga bulan berjalan, bantuan sembako saja dinilai belum cukup. Warga dan kas desa pun patungan untuk memberikan pinjaman usaha untuk pemberdayaan masyarakat. Bukan bantuan percuma seperti sembako, melainkan pinjaman yang harus dikembalikan.

Penerima bantuan modal pertama ialah kelompok pemuda. Mereka mendapat dana untuk usaha ternak ayam kampung. Kelompok kedua ialah ibu-ibu rumah tangga yang membutuhkan modal untuk membuat makanan ringan dan budi daya ikan dalam ember. Beberapa warga secara individu juga mendapat pinjaman modal.

Kabar ini pun sampai ke telinga Camat Bayung Lencir Muhammad Imron. “Camat akan memberikan dukungan penuh sehingga Bank Covid-19 tidak berhenti setelah pandemi berakhir. Bank ini bisa dikembangkan ke depan, sebagai modal meningkatkan perekonomian warga,” janjinya.

Sayama, 40, warga Mendis Jaya, mengaku mendapat pinjaman untuk pengembangan usaha dodol nanas, keripik, dan makanan ringan. “Selain modal, saya juga difasilitasi camat dengan kemudahan perizinan, pengemasan, dan pemasaran.”

Bagi Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza, Bank Covid-19 ialah wujud kuatnya gotong royong. “Saya mendorong desa dan kecamatan lain menirunya.” (DW/N-3)