Hampir 5.000 Orang Meninggal dalam Konflik Karabakh

 

PRESIDEN Rusia Vladimir Putin, Kamis, mengatakan bahwa pertempuran yang berlangsung berminggu-minggu di Nagorno-Karabakh telah menyebabkan hampir 5.000 orang tewas ketika para pemimpin dunia berjuang menengahi gencatan senjata.

Putin mengatakan bahwa kedua belah pihak telah kehilangan hampir 2.000 nyawa dalam pertempuran yang menyebabkan ribuan orang mengungsi. “Jumlah total kematian sudah mendekati 5.000,” kata Putin.

Sebelumnya, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan dan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev telah menolak seruan untuk perdamaian terkait dengan konflik di Nagorno-Karabakh. Wilayah sengketa tersebut dikendalikan separatis Armenia.

Separatis Armenia dan militer Azerbaijan mengklaim telah menimbulkan kerugian yang sangat besar di pihak lain dalam hal perangkat keras militer dan personel militer.

Namun, jumlah korban tewas yang dikonfi rmasi dari pertempuran yang meletus pada 27 September tersebut hanya di bawah 1.000
orang, termasuk warga sipil.

Putin mengatakan bahwa dia terus berkomunikasi dengan Pashinyan dan Aliyev sampai pada titik di mana dia berbicara dengan
mereka melalui telepon beberapa kali dalam sehari.

Untuk diketahui, Menteri Luar Negeri Azerbaijan dan Armenia akan bertemu secara terpisah dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo di Washington, Jumat.

Meskipun gencatan senjata yang ditengahi Rusia disepakati pada akhir pekan, pertempur an terus berlanjut dan ratusan orang tewas.

Azerbaijan melaporkan pertempuran di beberapa daerah pada Kamis dan menuduh Armenia menembakkan tiga rudal balistik ke Azerbaijan. Namun, Armenia membantahnya.

Armenia juga melaporkan pertempuran di beberapa lokasi, sedangkan para pejabat mengatakan Kota Martuni dan desa-desa terdekat telah dibom.

Perdana Menteri Armenia mengatakan tidak ada solusi diplomatik ‘pada tahap ini’. (Nur/AFP/I-1)