Helikopter Antar Sampel PCR ke Kupang

 

PEMERINTAH Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, bergerak cepat setelah menemukan lima warga Lembata terkonfirmasi covid-19.

Pemkab Lembata mengirimkan 150 sampel PCR untuk diperiksa di Laboratorium RS WZ Johannes Kupang dengan menggunakan helikopter milik BNPB.

Sampel-sampel yang dikirim itu hasil penelusuran kontak dari keluarga pasien yang terkonfirmasi positif, serta para tenaga kesehatan di tiga rumah sakit dan satu puskesmas yang pernah menangani kelima pasien itu.

“Sampel swab test yang dikirim ini sebanyak 150 sampel yang terdiri dari tenaga kesehatan di tiga rumah sakit dan satu puskesmas, serta kerabat pasien yang berkontak erat dengan pasien terkonfirmasi covid-19,” ujar Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Lembata Kanisius Making, yang bersama Kepala Dinas Kominfo Markus Labi Waleng dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata Lusia Shandra mengantarkan sampel tersebut ke bandara.

Sebelumnya, helikopter Uvo Kawasaki 117 C1 milik BNPB yang diterbangkan Captain Nursatya Budi dan Co Pilot Randi P mendarat mulus di Bandara Wunopito Lewoleba, Sabtu (14/11), pukul 11.30 Wita.

Helikopter itu menunggu kurang lebih satu jam sebelum dua tim medis dari RSUD Lewoleba menenteng 150 sampel swab test yang dikemas dalam tiga buah kotak berwarna biru berjalan melintasi ruang tunggu VIP Bandara Wunopito. Mereka langsung menuju helikopter yang sudah menanti di landas pacu bandara. Helikopter pun langsung terbang menuju Bandara El Tari Kupang untuk kemudian diperiksakan di laboratorium RSUD WZ Johannes Kupang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata Lusia Shandra mengatakan sampel dari tenaga kesehatan ini harus segera diperiksa karena mereka berkontak langsung dengan pasien positif covid-19.

Menurut Lusia, Kabupaten Lembata memiliki alat tes cepat molekuler. Alat tersebut untuk tes cepat TBC dan HIV. Alat tes cepat molekuler tersebut dapat men­deteksi virus covid-19, tetapi dalam jumlah sangat terbatas.

“Karena itu, sampel swab test harus dites di Laboratorium RS WZ Johannes Kupang karena peralatan di sana sudah memadai,” katanya.

Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan memfasilitasi pemeriksaan rapid test di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, untuk membantu pemerintah daerah mencegah penyebaran virus korona.

Rapid test bekerja sama dengan manajemen Hotel Aston Kupang, memeriksa sedikitnya 200 orang berasal dari karyawan hotel dan anggota keluarga. Menurut General Manager Aston Kupang Hotel and Convention Center Deddy S Thalib, hasilnya tidak ada yang reaktif. (PO/PT/J-1).